Profil Dr. Benny K. Harman, SH (2). | www.moral-politik.com

Profil Dr. Benny K. Harman, SH (2).

574577_3501864427225_1423452333_nMengakhiri kuliah S1 pada FH Unibra-Malang bukan berarti membuyarkan impiannya menjadi ahli hukum. BKH melanjutkan studi ke Universitas Indonesia (menamatkan program Magister Ilmu Hukum, dan program Doktoral). Sembari kuliah, BKH terus mengaktualisasikan ilmunya, ibarat peribahasa: Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui.
Berikut catatatan pekerjaan BKH yang dibagi dalam 2 (dua) kategori:

I. Bidang Hukum dan LSM:
1. Staf non Litigasi pada kantor YLBI Jakarta, 1987-1989;
2. Pendiri Pusat Studi Hukum Lingkungan Indonesia (ICEL), 1989-1992;
3. Mewakili YLBI dalam Asian Forum for Human Rights di Bangkok, 1992-1994;
4. Kepala Devisi Kajian Strategi YLBHI Jakarta, 1992-1995;
5. Pendiri dan Direktur Pengkajian Strategis Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta, 1995-1998.
6. Pendiri dan Partner pada kantor Hukum A, Hakim Garuda Nusantara, Harman & Partners, 1996-sekarang;
7. Pendiri dan Direktur Eksekutif Center for Information and Economic Law Studies (CINLES), 1996-sekarang.
8. Pendiri FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran), 1998;
9. Pendiri dan anggota Badan Pekerja Lembaga Studi dan Advokasi Independensi Peradilan (LEIP), 1999-2002;
10. Pendiri dan Ketua Pusat Studi Konstitusi dan Demokrasi, 2003-sekarang; dan
11. Pendiri setara Institut For Democracy and Peace, 2004-sekarang.

II. Jurnalis:
1. Wartawan bidang Hukum-Politik pada Harian Media Indonesia, 1989-1996;
2. Redaktur bidang Hukum dan Politik pada Harian Media Indonesia, 1991-1993;
3. Koordinator Reportase pada Harian Media Indonesia, 1993-1995;
4. Kepala Litbang, Harian Media Indonesia, 1995-1996;
5. Pemimpin Redaksi Dictum, Jurnal Kajian Putusan Pengadilan (diterbitkan oleh LEIP), 2001-2002.

Catatan sudut lainnya yang tak sanggup kami sembunyikan adalah soal kepribadiannya. Pendidikan di Seminari Kisol yang penuh keteraturan dan sarat nilai-nilai telah menciptanya sebagai pria penuh percaya diri dan bisa berinteraksi sosial. Indikatornya adalah rekam jejaknya semasa kuliah S1 di Unibra Malang yang tidak saja full time kuliah dan belajar, tapi bisa menjadi aktivis PMKRI.

Semboyan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat membawanya  gemar berolahraga. Volly Ball adalah cabang olahraga yang diminatinya. Postur tubuhnya yang tinggi semampai, smash-nya yang laksana geledek membuahkan kemenangan demi kemenagan menjadikannya idola kampus.

Ternyata, “kebengisannya” di lapangan hanyalah demi sebuah prestasi. Dalam berinteraksi, dia tampil kalem. Kontroversi memang, tapi bisa dimengerti, sebab BKH gemar bersemedi di tempat-tempat yang nyaman sehingga bisa membuahkan sesuatu yang diincarnya. Lama-kelamaan dia bisa tampil romantis, tapi selalu taktis. Sebuah puisi karyanya masih diingat oleh seorang temannya…kendati nyaris 20 tahun silam tapi tak lekam disantap waktu.
Benny, begitulah dia disapa humanis, terkadang lebih suka berada di dalam kamar kos ketimbang pelisiran tak tahu arah melintang, dan mengobrol hanya demi dibilang familiar dan tak congkak. Apa saja yang dilakukan BKH di dalam kamar? Selain membaca dan mengerjakan tugas-tugas kuliah, BKH belajar menulis opini, sesekali menulis puisi sebagai apresiasi feel-nya. Buah dari semuanya itu menciptanya sebagai pribadi yang cool tapi smart. Kharakter inilah yang acapkali menjadi gunjingan di “warung kopi” bahwa BKH berkepribadian smart-alecky. Tentu kami protes keras, sebab di mata keluarga, cool-nya BKH tak bedanya dengan in the cool of the evening.
Menyelesaikan kuliah S1 bukan berarti impiannya untuk mencapai titik the best berakhir. BKH aktif berorganisasi lalu dipercaya sebagai Ketua Penelitian dan Pengembangan Serikat Pengacara Indonesia (1998-2005), dan Ketua Bidang Pengembangan Legislator Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (2004-2009).

(bersambung)

Penulis : Emiliana AK

 

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login