9

Moral-politik.com.     Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan mendesak KPK tidak ragu menerapkan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang kepada para perempuan yang menerima hadiah dari Ahmad Fathanah, tersangka kasus dugaan suap dan pencucian uang terkait izin impor daging sapi. Hal ini perlu dilakukan karena mereka dinilai telah turut menikmati hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan Fathanah.

“Ini pembelajaran bagi KPK. Cewek, artis, penyanyi dangdut, sepanjang menerima hasil dari tindak pidana pencucian uang, harus kena. Biar masyarakat bisa lebih waspada,” ujar Asep dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (11/5/2013).

Dalam Pasal 5 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Nomor 8 Tahun 2010 disebutkan, siapa pun pihak yang menerima, dititipkan, hingga yang mengubah bentuk harta dari hasil pencucian uang maka bisa dikenakan pidana. Alasan ketidaktahuan, kata Asep, tidak bisa diterima.

“Sejak undang-undang ini disahkan, tidak ada alasan lagi masyarakat tidak tahu. Semua dianggap sudah tahu apa dampaknya kalau mau menerima begitu saja harta dari koruptor,” imbuh Asep.

Ia melanjutkan, seseorang seharusnya curiga ketika diberikan hadiah bernilai fantastis. Masyarakat, katanya, harus bisa melihat profil seseorang dan disesuaikan dengan harta kekayaan yang dimilikinya. “Kalau tidak sesuai, jangan mau terima apa pun dari dia. Laporkan ke penegak hukum,” ungkap Asep.

KPK, sebutnya, tidak boleh ragu menerapkan pasal pencucian uang kepada para perempuan yang dekat dengan Fathanah. “Ini supaya menjadi pembelajaran bagi para wanita yang dekat dengan pejabat yang punya banyak harta, tapi didapat dari cara yang tidak halal,” tukasnya.

Perempuan di sekeliling Fathanah

KPK kini tengah mengembangkan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Fathanah. Fathanah menjadi tersangka bersama mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Dalam pemeriksaan KPK, terungkap keterkaitan Fathanah dengan sejumlah perempuan.

Saat ditangkap di Hotel Le Meridien pada Selasa (29/1/2013), Fathanah bersama perempuan muda yang belakangan diketahui bernama Maharany Suciyono, mahasiswi di Jakarta. Maharany mengaku diberi uang Rp 10 juta oleh Fathanah. Namun, karena tak terkait kasus korupsi yang disidik, Rabu (30/1/2013) dini hari, Maharany diperbolehkan pulang. Fathanah tetap diperiksa penyidik.

Ketika KPK mulai menyidik Fathanah atas sangkaan tindak pidana pencucian uang, cerita soal perempuan-perempuan bersama Fathanah mencuat lagi. Awalnya KPK memeriksa perempuan yang tengah hamil tua, Sefti Sanustika. Belakangan diketahui bahwa Sefti adalah istri muda Fathanah yang tinggal di sebuah apartemen di Depok. Kala itu KPK melacak aset Fathanah dan menyita sejumlah mobil mewah yang terkait dengannya, seperti Mercedes Benz C200, Toyota FJ Cruiser, dan Toyota Alphard.

Masih dalam kaitan penyidikan TPPU terhadap Fathanah, publik dikejutkan dengan pemeriksaan artis lawas Ayu Azhari. Ayu sempat membantah menerima uang atau sesuatu dari Fathanah. Namun, sehari setelah diperiksa, Ayu kembali ke KPK dan mengembalikan uang sebesar Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS yang diberikan Fathanah. Ayu memang mengakui Fathanah menawarkan kerja sama kepadanya, tetapi tak pernah terwujud.

Cerita soal perempuan-perempuan Fathanah ini belum berhenti. KPK telah menyita mobil Honda Jazz dari model Vitalia Shesya. Honda Jazz ini ternyata diduga pemberian Fathanah untuk Vitalia. Vitalia sudah dua kali diperiksa KPK dalam kaitan sangkaan TPPU Fathanah. Wajah Vitalia mudah dikenali karena pernah menjadi sampul majalah pria dewasa. Bahkan, sesi pemotretan yang menggambarkan keseksian Vitalia bisa dilihat melalui Youtube. Vitalia juga menerima jam tangan buatan Swiss merek Chopard seharga Rp 70 juta dan uang Rp 250 juta dari Fathanah. Keroyalan Fathanah untuk Vitalia tak sebatas itu. Vitalia juga diberikan perhiasan senilai Rp 100 juta, tetapi telah dijual dan uangnya habis untuk biaya hidup.

Selain itu, Fathanah diketahui membelikan Honda Freed untuk seorang wanita bernama Tri Kurnia Rahayu. Mobil bernomor polisi B 881 LAA tersebut dikembalikan Tri ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (7/5/2013). Selain mengembalikan Freed, lanjutnya, Tri juga menyerahkan gelang bermerek Hermes dan jam tangan Rolex yang didapatnya dari Fathanah kepada KPK. Harga gelang Hermes tersebut Rp 50 juta hingga Rp 70 juta, sedangkan jam tangan Rolex harganya di atas Rp 10 juta.

 

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 40 = 48