4

foto: dirut merpati kunjungi korban

 

Moral-Politik.com. 10 korban jatuhnya pesawat Merpati di Bandara El Tari Kupang, masih di rawat di Rumah Sakit Umum Kupang. 10 korban itu adalah Pilot dan Co Pilot, 4 pramugari dan 4 penumpang. Kepala Unit Gawat Darurat RSU Kupang, Donita Palalang mengatakan, ke-10 korban itu masih di rawat, karena mengalami patah tulang dan benturan keras.

“Dari musibah kecelakaan Merpati ada 10 pasien, 6 diantaranya adalah awak kapal. Dan yang mendapat perawatan untuk dilanjutkan ke rongsen itu dua yaitu co pilot dan pilotnya. Sedangkan 4 orang itu pramugari yang mengalami cedera ringan yaitu hanya berupa benturan dan shock. Lalu kalau untuk penumpang ada empat orang yang sudah dilayani dilakukan foto rongsen dan sementara saat ini dalam penanganan dokter spesialis bedah,” kata Donita Palalang.

Kepala Unit Gawat Darurat RSUD Yohanes Kupang, Donita Palalang menambahkan, enam pasien mengalami patah tulang kaki dan tangan, 4 lainnya terkena benturan. Sementara 40 penumpang lainnya telah kembali ke rumah tangga mereka masing-masing. Pembiayaan perawatan di RSU Yohanes Kupang menjadi tanggungan PT Ansuransi Jasa Raharja. Sedangkan 40 penumpang lain telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

Pesawat Merpati MA 60 rute Bajawa (Flores)-Kupang, Senin, 10 Juni 2013, pukul 09.45 Wita tergelincir di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pesawat terperosok sejauh hampir 100 meter keluar landasan. Akibatnya baling-baling pesawat patah, ban depan pecah, dan badan pesawat mengalami patah bagian tengah. Pesawat tersebut mengangkut 50 penumpang  dari Bandara Turolelo, Ngada, diantaranya 45 penumpang dewasa, satu orang bayi dan empat orang kru, serta dua pilot. (Sil Sega)

Baca Juga :  Kadis Koperasi NTT : 312 Koperasi Tidak Produktif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

63 − 61 =