4

 

Moral-politik.com. Senin, 1 Juli  2013 Universitas Timor, yang akrab disingkat Unimor akan melakukan wisuda sarjana bagi 843 orang. Ini tentu merupakan sebuah prestasi yang luar biasa sepanjang sejarah sejak berdirinya perguruan tinggi swasta ini di kota Kefamenanu.

Unimor, boleh dibilang sebagai salah satu perguruan tinggi usianya baru seumur jagung di provinsi jagung ini—kurang lebih 13 tahun sejak didirikan tahun 2000 usai jajak pendapat Timor Leste tahun 1999.

Walaupun muda, namun sejak 2003-2013 telah banyak menghasilkan sarjana yang tersebar di provinsi NTT yakni 3.470 sarjana (termasuk 834 yang akan diwisuda). Namun harus diakui hingga kini sebagian outputnya masih bergabung bersama barisan pengangguran tak kentara dari perguruan tinggi lainnya, yang juga tersebar di seantero Nusa Tenggara Timur.

Kendati demikian, dari sisi yang berbeda, perguruan tinggi swasta ini benar-benar cukup berkembang secara pesat, baik dari sisi perkembangan mahasiswa maupun dari sisi staf pengajar. Begitupula dari manajement dan fasilitas penunjang pun mengalami hal serupa.

Untuk perkembangan mahasiswa, perguruan tinggi yang terletak di Km9, Naiola, Kefamenanu ini, dengan kehadirannya sejak tahun 2000 mulai menekan laju mobilisasi mahasiswa dari TTU dan Belu yang selama ini memilih Kota Kupang dan kota-kota lainnya di luar NTT sebagai tempat untuk belajar. Banyak yang pertimbangan jarak, ekonomi dan pilihan jurusan, dan sebagainya akhirnya mengurungkan niat untuk belajar di tempat lain dan Unimor jadi pilihanya, meski di setiap musim selalu ada keributan soal kekuasan ataupun masih ada banyak kekurangan yang dimiliki, terutama fasilitas pendidikan. Bahkan di TTU sendiri, sejumlah PNS yang semula hanya berijazah SMA dan Diploma, kini hampir sebagian besar bergelar sarjana penuh.

Baca Juga :  Bencana Benanain : Evakuasi Masyarakat di Tiga Desa Belum Dilakukan

Fakta membuktikan, pertumbuhan mahasiswa dari tahun awal (2000) tiap tahun mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan yakni 8.371 orang. Tahun 2000 jumlah mahasiswa baru hanya 496 orang, tahun 2001 jumlah mahasiswa baru mengalami penurunan yakni 222 orang, dan tahun 2001  menjadi 144. Namun memasuki tahun 2003 jumlah mahasiswa baru mulai mengalami peningkatan yakni 256, menyusul tahun 2004 menjadi 324 dan seterusnya mengalami peningkatan. Masing-masing tahun 2008 mahasiswa baru 1.059 orang, tahun 2009; 1201 orang, tahun 2010 : 948 orang, tahun 2011; 929 orang dan tahun 2012 menjadi 864. Total mahasiswa dari tahun 2000 hingga 2012 sebanyak 8.371 orang.

Prestasi lain yang harus diakui sejumlah perguruan tinggi swasta di NTT, yakni kualitas staf pengajar. Awal tahun berdiri, perguruan tinggi ini banyak merekrut staf pengajar yang lebih banyak didominasi oleh Strata 1 yang belum berpengalaman, kecuali sejumlah mantan dosen Untim yang bergabung dalam pendirian lembaga ini.

Kendati demikian, tahun terus bertambah, tuntutan pun demikian, sehingga menggiring mereka pada satu pilihan, tidak ada pilihan lain, kecuali meningkatkan kualitas staf pengajar demi menambah kepercayaan dari semua komponen masyarakat.

Beberapa bulan lalu, Rektor Unimor, Sirilus Seran kepada Moral-politik.com mengaku, dari 84 staf pengajar yang ada umumnya sudah  berpendidikan pasca sarjana. “Tinggal, 6 orang yang saat ini masih S1, tapi dalam waktu dekat sudah mengambil program magister,” ungkapnya sebagaimana dipublikasikan media ini dengan judul “Unimor dan Perkembangannya.”

Tak sekadar sebuah untaian manis—penghiburan bagi masyarakat yang haus akan kebohongan, tapi adalah sebuah kenyataan. Pembantu Rektor I Unimor, Kamilus Kostance Oki mengaku, hingga kondisi terakhir 2013, tiadak ada lagi dosen Unimor yang masih berlatarbelakang S1. “Semua yang S1 ini baru-baru ini sudah berangkat mengambil program Magister,” ungkapnya (moral-politik.com, Jumat 27/6).

Baca Juga :  Ratusan Warga Kolhua Temui Ketua Sinode GMIT Kupang

Dia menjelaskan, hingga kini yang sementara mengambil program doktor ada 5 orang, sementara untuk magister ada 29 orang di beberapa universitas baik dalam negeri maupun luar negeri. “Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang saat ini sedang mengikuti seleksi Pra S2 yang dilakukan saat ini kerjasama Unimor dengan Dikti,” ungkapnya.

Dengan demikian, kata Tance, yang kita lakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas staf pengajar sehingga diharapkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk memilih Unimor sebagai tempat untuk belajar.

***

Dari  latar belakang pendidikan para dosen, suatu ketika semuanya “pulang kandang” maka akan membawa warna tersendiri bagi Unimor, dimana akan semakin menambah kepercayaan dan eksistensi Unimor di mata masyarakat, baik TTU,TTS,Belu maupun dari luar tiga kabupaten ini. Tapi apakah itu menjamin akan menaikan mutu output-nya?

Banyak keraguan yang datang dari sejumlah pihak yang peduli terhadap nasib PT ini. Bahkan dari berbagai media sosial, selalu muncul komentar miring terhadap output PT ini, seolah-olah banyak yang meragukan kualitasnya.

Banyak sudah fakta membutikan banyak lulusan Unimor semakin diterima di dunia kerja. Misalnya jalur birokrat, PNS, dosen, dunia politik, dunia LSM dan pihak swasta, lulusan Unimor selalu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lainnya di tanah air.

“Ya, contohnya di dunia politik, setiap periode pasti ada lulusan Unimor. Untuk periode ini ada 1 lulusan Unimor yang jadi anggota DPRD Provinsi NTT, Bpk Hiro Banafanu, di DPRD TTU ada 2 orang yakni Thedorus Tahoni dari PKB dan Yakobus Lan dari Partai GERINDRA,” ungkap Tance.

Bukan hanya itu. Lulusan Unimor juga ada yang dapat diterima dengan beasiswa pada perguruan tinggi ternama di Amerika jadi mahasiswa program pasca sarjana. “Banyak dosen Unimor yang sementara ambil Magister dan Doktor di luar, dari dosen-dosen tersebut ada juga yang berasal dari lulusan Unimor yakni di Fakultas Ekonomi ada 2 orang, Faperta ada 2 orang, FISIPOL ada 2 orang dan di FKIP juga ada 2 orang. Dari lulusan Unimor yang sedang belajar ini, salah satu dari FKIP Bahasa Inggris sementara ini mendapat beasiswa dan sedang belajar di Amerika atas nama Febroni Lasi. Febronia adalah lulusan Unimor yang diterima jadi PNS dosen di Unimor, “ ujar Oki, penuh bangga.

Baca Juga :  Alfred H.J.Zakarias, Sekda Rote Ndao Jadi Tersangka Proyek Winguard

Lalu, bagaimana dengan mereka setelah mengabdi pada berbagai dunia kerja, mampukah mereka menunjukan kualitasnya yang cukup bersaing dengan para lulusan dari perguruan tinggi lainnya? Jawabnya, tentu ada pada masing-masing pribadi. Proviciat Unimor!  (Damian Kenjam, wartawan Moral-politik.com di Kefamenanu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here