YASHICA Digital Camera

 

Moral-politik.com. Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini telah mengalami over kapasitas karena  menampung sekitar 155 orang dari daya tampung normal hanya untuk 90 orang deteni.

“Inilah kondisi sebenarnya. Kita tidak bisa berbuat banyak karena  kondisi rudenim di seluruh  Indonesia sama. Apa pun kondisi di dalamnya, harus berhimpit-himpitan dan saling berbagi  tempat,” kata Kepala Rudenim Kupang, Syahfirulah, Jumat (21/6

Kondisi saat ini, katanya, jauh lebih baik karena sebelumnya justru jumlah imigran yang  menempati Rudenim Kupang hampir mencapai 300 orang. Dari jumlah tersebut,  sekitar 100 lebih orang sudah  dideportasi ke negara asal, dan yang lainnya dipindahkan ke Rudenim di luar Kupang seperti di Makassar, Surabaya dan Jakarta.

Dia menjelaskan, kondisi ruangan yang ada hanya 20 ruang yang terbagi tujuh ruang untuk  keluarga dan 13 ruang biasa. Sementara sudut-sudut yang lowong tetap dimanfaatkan karena  kondisi yang kelebihan.

“Para imigran ini kebanyakan berasal dar Myanmar, Bangladesh, Somalia, Iran, Irak yang  memilih mengungsi karena kondisi negaranya yang tidak kondusif, perang politik, perang antarsesama hingga mereka pergi meninggalkan negara asal untuk mencari tempat perlindungan  diri,” ujarnya.

Menurutnya, dalam mengurus para imigran, pihaknya tidak bekerja sendiri. Dalam menindak dan memproses deportasi,  pihaknya bekerja sama dengan UNHCR yang mengurus negara mana saja yang  siap menerima para imigran. Sedang IOM yang akan membantu pembiyaannya.

Mengenai kondisi anak-anak para imigran, dia mengatakan, kondisi  mental psikologis anak-anak pasti berubah karena situasi kehidupan mereka di dalam Rudenim yang padat dengan ruangan yang serba tertutup hingga mereka sedikit kehilangan masa bermain .

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelasa 1 Kupang Silvester Sili Laba yang ditemui secara  terpisah menjelaskan, jumlah imigran saat ini hampir mencapai 171 orang yang tercatat sejak  April 2013. Namun jumlah ini menunjukkan keberhasilan semua unsur terkait di NTT yakni   Polda, Polair, TNI AL dan pemerintah daerah setempat.

Baca Juga :  Massa Kedua Pendukung Cagub NTT Sesaki KPUD

Terkait membludaknya para imigran yang menggunakan kantor Imigrasi lama di Jalan SK Lerik,Sili Laba mengatakan, kondisi itu cukup baik dan ternyaman saat ini karena kondisi Rudenim  yang penuh dan tidak ada hotel yang representatif untuk bisa merelokasi para imigran ini.

Pihak IOM, katanya, sudah bekerja sama dengan hotel tertentu untuk menampung para imigran  ketika Rudenim over capacity, namun persyaratan utama adalah hotel tersebut tidak berada di  lingkungan masyarakat. Hotel seperti ini sulit ditemui di Kupang.*** (AVI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 9 = 15