5

 

Moral-politik.com. Sebanyak 36 desa di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terendam  banjir akibat meluapnya Sungai Benanain, menyusul hujan dengan intensitas tinggi melanda  wilayah itu pada empat hari terakhir.

Jika pada Kamis pekan lalu hanya sembilan desa yang terendam air, sejak Minggu (23/6) sudah menerjang 36 desa yang tersebar di tiga kecamatan di kabupaten baru itu. Desa yang terendam  banjir yakni di Kecamatan Malaka Barat sebanyak 14 desa, Malaka Tengah 17 desa, dan  di Weliman sebanyak lima desa.

“Ada tujuh desa terparah terkena banjir yakni Umato’os, Lasaen, Fafoe, Sikun, Maktihan, Na’as, dan Motaulun. Desa-desa itu terletak di Kecamatan Malaka Barat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus, di Kupang, Senin (24/6).

Menurutnya, berdasarkan laporan dari Pemerintah Kabupaten Malaka, ketinggian air di tujuh desa ini masih berkisar antara 1-1,5 meter, sedangkan ketinggian air desa-desa lainya berkisar setengah meter.

Menurutnya, pihaknya telah mengirim bantuan darurat kepada masyarakat korban banjir di Malaka Barat, termasuk bantuan air bersih yang diangkut mobil tanki dan permakanan.

“Banjir di Malaka tidak bisa diatasi sebelum tanggul penahan banjir Sungai Benanain yang jebol di tiga titik belum diperbaiki,” katanya.

Kata dia, tiga titik tanggul yang jebol tersebut bukan akibat banjir, tetapi dilakukan warga di desa-desa yang terletak di bantaran Sungai Benanain. Ada warga yang merusak tanggul agar  ketika terjadi banjir, mereka bisa menyeberangkan orang dengan perahu dan memungut  bayaran.

Silvester Seran, salah seorang warga Besikama,Kecamatan Malaka Barat, yang dihubungi pada kesempatan terpisah mengatakan, akibat banjir yang terus meluas, ratusan warga sudah mengungsi ke lokasi yang aman. Bahkan kemarin  masih turun hujan yang cukup lebat.

Baca Juga :  Tes Keperawanan adalah Kebijakan yang Tak Wajar

Menurut dia, puluhan rumah yang terendam banjir hanya menyisahkan atap. Tidak ada korban jiwa  dalam musibah itu, karena warga sudah menyelamatkan diri sebelum banjir menerjang desa  mereka.

Selain menggenangi rumah penduduk dan ribuan hektare lahan pertanian,banjir juga merendam  sejumlah sekolah, sehingga kegiatan belajar pun lumpuh,” katanya.*** (AVI)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 5