Jimmy Sianto

 

Moral-politik.com. Keberadaan Akademi Keperawatan (Akper) Mandiri Kupang tak diakui oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII (Bali, NTT dan NTB) dan Akper Mandiri Kupang karena dinyatakan ilegal.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Konsultasi, Jimmy Sianto yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Moral-politik.com saat dikonfirmasi, Kamis (20/06).

Jimmy Sianto mengatakan, setelah menggelar rapat di Komisi D DPRD bersama yayasan, orangtua, Mahasiswa dan organisasi PPNI beberapa waktu lalu, enam anggota Komisi D DPRD NTT yakni Jimi Sianto, Merci Piwung, Pata Vinsensius, Servas Lawang, Trisna Lili Dano dan Anton Timo beserta perwakilan dari organisasi profesi PPNI dan dua perwakilan dari Yayasan Cempaka Surya menemui Kopertis Wilayah VIII, untuk berkonsultasi terkait status Akper Mandiri Kupang dan opsi-opsi yang disepakati dalam rapat komisi.

“Kami diterima Koordinator Kopertis, Prof. I Nyoman Sucipta, lalu kami sampaikan hasil pertemuan di Kupang dan Kopertis tegaskan bahwa Akper Mandiri Kupang illegal!” tegas Jimmy Sianto. (Ale)

 

 

Baca Juga :  Inilah kata Yanti Siubelan soal uang Rp 600 juta kepada Adi Adoe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 63 = 65