9

Moral-politik.com. Bukan saja aku yang berkata begini: “Bertandang ke Surabaya, Ibu Kota Provinsi Jawa Timur (Jatim), terasa belum lengkap jika tak sempat melintasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura)”, tapi sudah sekian juta orang.

Cukup masuk di akal sehatku—sebab—mata telanjangku belum langsung menangkap sebegitu kesohornya jembatan yang menghubungi Pulau Jawa dan Pulau Madura ini—sejauh ini hanyalah kubaca melalui pemberitaan—juga mendengar alkisah dari sahabat-sahabat karibku.

Maka begitu secara mengejutkan mendapat kesempatan mengunjungi Kota Pahlawan-Surabaya, sontak menggoda rasa ingin tahuku tentang semua hal yang ada di Jembatan Suramadu itu.

“Yah, itu harus kulakukan—sebab—siapa yang tak tahu dengan  jembatan yang berdiri kokoh melintasi Selat Madura ini; kendati sebatas mendengarkan cerita, yang bisa saja fakta plus?” desah bathinku.

Selasa, 18 Juni 2013 petang, keinginan untuk melihat dan melintasi jembatan yang mulai dibangun tahun 2003, dan selesai serta diresmikan pada 10 Juni 2009, kesampaian juga. Bersama sejumlah teman Wartawan dari Kupang, seusai mengikuti sebuah kegiatan di Kota Buaya itu, kami berkesempatan menyaksikan mahakarya anak bangsa yang sangat fenomenal itu.

8

Sebuah bis pariwisata yang kami tumpangi meluncur membelah kemacetan Kota Surabaya. Rasa  penat dan kantuk tak tertahankan. Beberapa teman terlihat tertidur sekadar mengusir kantuk.  Setelah satu jam menyusuri keramaian dan kemacetan kota pahlawan itu, mata kami disuguhkan  dengan sebuah pemandangan yang menakjubkan. Sebuah jembatan gagah dan kokoh berdiri dengan “angkuhnya”.

Setelah ditelisik, jembatan tersebut terdiri dari tiga bagian. Pertama adalah jalan layang yang berada di sisi masing-masing pulau dengan panjang di sisi Surabaya sekitar 1458 meter, dan di sisi Madura 1818 meter, setelah itu disambung dengan jembatan penghubung yang masing-masing panjangnya sekitar 627 meter, dan yang terakhir adalah jembatan utama yang ada di tengah-tengah, yang terdiri dari tiga bagian, yaitu dua bentang  samping yang panjangnya 192 meter, dan bentang utama panjangnya 434 meter.

Baca Juga :  Gabriel Beribina: Mutasi Balas Dendam Terjadi di NTT

Tujuan utama jembatan ini dibangun yaitu untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura baik di bidang infrastruktur maupun ekonomi, namun jembatan ini juga menjadi salah satu tujuan wisata favorit, baik bagi warga sekitar ataupun para traveller yang sengaja datang dari luar  kota untuk melihat secara langsung indah dan gagahnya Jembatan Suramadu ini.

Pemandangan di Jembatan Suramadu ini memang cukup menarik.

suramadu

“Jika di siang hari saat kita melintas melalui jembatan ini, bisa memandang Selat Madura dari atas jembatan. Lautan yang mengelilingi samping  kanan dan kiri membuat kita menikmati sensasi serasa terbang di atas  laut,” Natalia, salah seorang warga Surabaya menggumam tak jauh di belakangku.

Aku membalikkan tubuh supaya bisa membelah kecongkakanku, yang sudah sekian lama tak ingin mencumbui manisnya panorama di seputar dan sepanjang Jembatan Suramadu ini.

Dan—si cantik Natalia itu terus melaju, entah tahukah dia bahwa aku cukup terpesona dengan semua gayanya, terutama gayanya mengurai alkisah itu.

“Ada cara lainnya untuk menikmati Jembatan Suramadu selain melalui atas jembatan  ini, yaitu dengan cara naik kapal atau menyewa perahu,” katanya, sembari kedua bola mata kembarnya membuntuti urainya.

Jika naik kapal, lanjutnya, kita  harus terlebih  dahulu ke Pelabuhan Tanjung Perak. Namun jika kita memilih menggunakan perahu, penyewaan perahu bisa ditemukan di dekat kaki Jembatan Suramadu. Jika menggunakan perahu, kita bisa melewati kolong jembatan. Tapi jika menggunakan kapal, jaraknya lebih jauh. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

55 − 51 =