IMG-20130613-00416

Moral-politik.com. Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di lokasi Rumah Sakit Umum WZ. Johanis Kupang, kecewa dengan manajemen RSU karena mereka dilarang berdagang di RSU tersebut. Kekecewaan para pedagang disebabkan manajemen RSU melanggar  kesepakatan antara DPR, Pihak Manajemen RSU dan PKL pada tanggal 14 Desember tahun  2012 lalu tentang kesepakatan  bahwa jika para pedagang digusur dari tempat berjualan sekarang, maka akan direlokasi di tempat lain tapi masih dalam Kompleks RSU. Bahkan, Direktur RSU membawa nama Gubernur NTT Frans Lebu Raya, yang meminta  PKL  kosongkan lokasi karena akan memperluas lahan parkir.

Menurut Alfons Dadi Haga yang telah berjualan selama 19 tahun di lokasi tersebut, pihak manajemen sengaja mengusir mereka dari lokasi itu karena tempat tersebut akan dibangun mini market oleh mantan Wakil Direktur keuangan RSU, Dr. Ani. Padahal banyak rakyat yang menggantung hidupnya dari berdagang di lokasi itu.

“Kami dipanggil menghadap oleh Direktur  RSU Alfons Anapaku,  dan pada kesempatan itu dia menjelaskan bahwa Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang meminta dirinya untuk mengosongkan lokasi yang digunakan PKL berdagang untuk perluasan lahan parkir,” kata Alfons.

Alfons mengatakan, sebagai warga yang baik, mereka juga menghargai niat manajemen untuk melakukan perluasan lahan parkir, namun pihak manajemen telah melanggar kesepakatan antara mereka dengan pedagang dan DPR soal relokasi.

“Kami ini masyarakat yang tinggal di sekitar RSU, yang menggantung hidup kami dari berdagang. Jika kami diusir dari tempat ini, bagaimana kami menghidupi keluarga kami. Sebagai masyarakat apakah kita tidak dapat menikmati pembangunan yang ada di wilayah kami?

Komitmen awal relokasi namun pihak RS angkuh dan sudah  tidak beradab lagi dengan kondisi!” geram Alfons

Baca Juga :  Gigit Sedang ASI, Bayi 8 Bulan Ditikam Ibunya 100 Kali

Ia menambahkan, para pedagang telah  bertekat untuk bertahan meski dipaksa keluar, karena itu merupakan lahan hidup mereka. (NM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 16 = 17