index

Moral-politik.com. Esthon-Paul, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), secara  resmi mendaftarkan gugatan hasil pemilihan gubernur (Pilgub) putaran kedua ke Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (5/6).

“Kami mendaftar sekitar pukul 11.05 WIB diserta sejumlah alat bukti,” kata kuasa hukum pasangan calon gubernur Esthon-Paul, Ali Antonius, SH yang dihubungi wartawan, Rabu (5/6).

Antonius mengatakan, pihaknya telah menyerahkan 21 bukti terkait dugaan kecurangan pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur yakni  politik uang di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang diduga dilakukan istri salah satu calon gubernur. Selain itu  bukti sertifikat hasil perhitungan suara (C1 KWK) dari 12 tempat pemungutan suara (TPS) di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, dan rekaman mobilisasi kepala desa serta pengaturan saksi-saksi dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. (KPPS) di Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Perbedaan tanda tangan C1-KWK yang ditemukan di sejumlah TPS karena ada C1 KWK yang bukan ditandatangani oleh saksi Esthon-Paul,” katanya.

Sekedar catatan, pada tanggal 1 Juni lalu, KPU NTT telah menggelar pleno rekapitulasi perhitungan suara pemilihan gubernur putaran kedua yang dimenangkan pasangan Frans Lebu Raya-Beny Litelnoni. Pasangan ini meraih 1.067.054 suara atau 51,25%. Sedangkan pasangan Esthon-Paul meraih 1.014.888 suara atau 48,75%.  (richo)

Baca Juga :  Kecelakaan Merpati, Bandara El Tari Ditutup Sementara Waktu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 3