Alo Dando-1

 

Moral-politik.com. Sejak tahun 2009 hingga 2013, Badan Nasional Narkoba Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengirim 24 orang korban penyalahgunaan narkoba untuk mengikuti Program Terapi dan Rehabilitasi.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Narkoba (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aloysius Dando di Kupang, Sabtu (29/06) pada acara Pagelaran Seni Budaya dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi masyarakat di Kota Kupang.

“Sudah sebanyak 24 korban penyalahgunaan narkoba dikirim untuk mengikuti terapi dan rahabilitasi,” kata Alo Dando.

Menurut Alo Dando, ke-24 orang tersebut mengikuti program terapi dan rehabilitasi ke Pusat Unit Terapi dan rehabilitasi milik BNN di Lido-Bogor dan Badoka-Makassar melalui kegiatan Penjangkauan dan Pendampingan bagi para Penyalahgunaan Narkoba.

Terhadap korban penyalahgunaan narkoba, kata Alo Dando, solusi yang diambil adalah terapi, rehabilitasi dan pembimbingan kembali.

“Mereka sudah kehilangan masa lalu dan masa kini, jangan sampai mereka juga harus kehilangan masa depan,” ungkapnya.

Dengan demikian, menurut Alo Dando, solusinya bukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tapi pusat rehabilitasi. Bukan dihukum, tapi dibimbing kembali. “Kalau konsepnya dihukum bisa terbawa ke kehidupan yang gelap,” jelas Alo Dando. (Ale)

 

 

Baca Juga :  Pemkot bakal adakan Aula Pertemuan di semua kelurahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here