Ilustrasi. (foto: detik.com)

MORAL-POLITIK.COM – Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Aloysius Dando mengatakan, peredaran Narkoba di NTT diduga kuat berasal dari Timor Leste.

Pasalnya ada 13 titik yang dijadikan sebagai ‘jalan tikus’ dari Timor Leste yang bisa dipakai untuk menyelundupkan Narkoba ke Wilayah NTT.

“Pintu masuk dari Timor Leste yang dijaga hanya satu sementara ada 13 jalan tikus yang tidak dijaga. Itu yang perlu diwaspadai karna bisa menjadi jalur peredaran narkoba dari Timor Leste ke Indoenesia,” kata Aloysius Dando kepada wartawan di Kota Kupang, Selasa (18/6/2014).

Menurut Dando untuk mencegah terjadinya peredaran Narkoba dari Timor Leste ke NTT melalui jalan tikus tersebut, maka BNN Provinsi NTT telah melakukan rapat tertutup bersama Kapolda NTT dan Pihak kepolisian Timor Leste untuk menjaga perbatasan maupun jalan tikus yang ada.

“Jadi kita sudah rapat tertutup dalam menghadapi persoalan ini, karna harus ada kerjasama dari kedua belah pihak supaya bisa mencegah peredaran narkoba ini,” jelasnya.

Diakui Aloysius Dando, pihaknya masih memiliki keterbatasan alat pendeteksi narkoba di perbatasan, sehingga kedepan menjadi perhatian serius dari Pemerintah. Walaupun demikian, katanya, BNN Provinsi maupun BNN Kota/Kabupaten tidak boleh menjadikan alasan minimnya fasilitas untuk tidak melakukan pengawasan secara ketat di perbatasan.

“Semua pihak kita libatkan mulai dari Imigrasi maupun bea cukai untuk bersama-sama mencegah masuknya narkoba lewat perbatasan,” katanya.

Deputi pengawasan Pencegahan BNN RI, Yapy Manafe pada kesemapatan yang sama mengakui kalau NTT kini sudah menjadi wilayah yang rawan untuk peredaran narkoba. Hal ini terjadi karna ada celah yang longgar melalui perbatasan dengan Timor Leste, sehingga sindikat narkoba internasional memanfaatkan kelemahan untuk memasukkan narkoba melalui Timor Leste.

Baca Juga :  Isu Anggota DPRD Terima Rp 500 Juta, Kamilus Tokan: Kepolisian Bekerja Cepat !!

“Di Indonesia, ada beberapa pintu masuk narkoba dari luar negeri yakni dari daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain, namun dari penyelidikan yang kita lakukan, maka NTT kini lebih rawan dari pintu masuk di daerah lain,” ungkap Yappy.

Untuk itu lanjut Yappy Manafe, BNN Pusat telah menaruh perhatian serius di NTT untuk segera membantu perbatasan dengan peratan pendeteksi narkoba yang lebih baik, sehingga mampu menecegah narkoba masuk dari wilayah Timor Leste.

“Yang pasti NTT menjadi perhatian serius untuk dibantu dengan fasilitas pendeteksi yang lebih baik, dan memiliki standar yang sama dengan wilayah perbatasan lain, yang ada di Indonesia,” katanya.

 

Penulis: Ale

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 66 = 72