7

Moral-politik.com. Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana), Profesor Alo Liliweri mengatakan, sengketa pilkada di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kemudian dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah untuk mencari keadilan akan kecurangan yang terjadi dalam proses tersebut.

“Semua sengketa pilkada yang masuk ke Mahkamah Konstitusi, umumnya berisi pencarian keadilan tentang kecurangan,” demikian dikatakan Profesor Alo Liliweri kepada Moral-politik.com melalui pesan singkatnya, Rabu (06-05).

Menurut Prof. Alo, demikian sapaan untuk Profesor Alo Liliweri, bukan dikarenakan orang tidak siap kalah tapi orang ingin mencari kebenaran demi kejujuran dan keadilan.

“Semua orang tahu, lihat, rasakan kecurangan baik langsung maupun tidak langsung, terang-terangan atau gelap-gelapan!” tegasnya.

Prof. Alo mengatakan, apabila sebuah kebohongan yang dilakukan dengan tersistimatis maka rakyat menjadi sulit atau tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Karenanya dia menyarankan untuk pilkada gubernur kedepannya peranan KPU jangan hanya sperti kalkulator atau excel yang hanya mensyahkan pleno kabupaten/kota saja, hanya untuk taat pada jadwal waktu.

“Saran saya, kedepan untuk pilkada gubernur, peranan KPU bukan seperti kalkulator atau exel yang cuma syahkan kab/kota hanya untuk taat pada jadwal waktu,” perspektifnya.

Lebih lanjut Prof Alo mengatakan, negara sebesar Amerika Serikat (AS) saja pernah melakukan perhitungan ulang suara secara manual untuk Pilcapres antara Al Gore dan George Bush jr. (Ale)

 

 

Baca Juga :  Alfons Anapaku Pakai Nama Gubernur NTT untuk Geser PKL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

69 + = 73