Mhea Toulasik

Moral-politik.com. Mhea Toulasik berkata, yang paling terasa oleh kami anak sekolah adalah tarif angkutan umum. Sebelumnya tarif angkutan umum hanya seribu rupiah. Tapi sejak kenaikan harga BBM, tarif angkutan juga menjadi naik. Namun permasalahan bukan pada kenaikan tapi para angkot menagih tarif tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 1500 tapi mereka menagih tarif dari anak sekolah sebesar Rp. 2000. Mau protes tapi sebagai perempuan kami takut kalau dimarahi balik oleh  konjak atau sopir angkutan. Saya minta petugas harus tertipkan para angkutan khususnya lin 6 jurusan Oebufu. Terima kasih.

Baca Juga :  Fraksi Demokrat Matim minta Bupati surati Gubernur NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here