cv

 

Moral-politik.com. Pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih periode 2013-2018, Frans Lebu Raya-Beny Litelnoni dalam konferensi Pers yang digelar di rumah jabatan Gubernur NTT, mencemooh media di Kupang.

Cemoohan ini sangat disesalkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang, NTT. AJI menilai, cemoohan yang dilontarkan para pendukung Frenly yang terdiri dari sejumlah pejabat daerah NTT itu sangat disayangkan, karena itu menunjukkan bahwa pasangan calon itu tidak bisa menerima kritikan yang disampaikan masyarakat.

“Pemberitaan media bukan opini, tapi mempunyai sumber yang jelas,” kata anggota divisi Advokasi AJI Kota Kupang, Adi Rianghepat, Minggu, (30/6).

Menurut Adi, sikap Frenly dan pendukungnya tidak profesional, padahal mereka tahu jika ada pemberitaan yang tidak benar harus dilakukan klarifikasi, bukannya mencemooh wartawan seperti itu.

“Saya menduga hal itu sudah diskenariokan untuk mempermalukan wartawan,” katanya.

Mereka menilai, pemberitaan wartawan selama proses pilkada di MK tidak kredibel. Namun, tidak diketahui wartawan mana yang dimaksud para pendukung tersebut, tapi terkesan telah mengintimidasi agar keterangan yang disampaikan saat konferensi pers tersebut dimuat seluruhnya di media.

“Buat media sendiri sa ibu/bapak dong,” kata seorang wartawan yang hadir saat konferensi pers itu.

Cemoohan pendukung Frenly sudah terlihat sejak diumumkan Frenly akan memberikan keterangan pers kepada wartawan. Dimana, pembawa acara  menyebutkan: “Wartawan tulis yang benar!”

Tidak hanya itu, saat wartawan Radio Suara Kupang, Agus Baja bertanya tentang mutasi yang akan dilakukan pasangan calon ini, justru disoraki oleh pendukung Frenly, yang rata-rata pejabat daerah dan keluarga. ”Orang yang mau jadi pemimpin harus siap dikritik. Kalau tidak mau dikritik sebaiknya jangan jadi pemimpin!” kata Adi.  (richo)

Baca Juga :  Wiranto klarifikasi isu pembelian 500 Senjata BIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

44 − 34 =