1

 

Moral-politik.com. Wilayah Kabupaten Malaka, kabupaten yang baru beberapa waktu lalu terbentuk, sejak Kamis (20/6/2013) dilanda bencana banjir. Luapan air banjir kiriman dari Kabupaten Timor Tengah Utara, telah menghambat serta mengganggu aktifitas masyarakat. Air banjir dengan ketinggian sampai di pinggang manusia itu, telah meratakan tanaman masyarakat, misalkan padi serta kacang-kacangan. Transportasi darat pun sangat terganggu.

“Kami yang pegawai negeri sipil (PNS) saja mau ke kantor untuk bekerja saja sangat setengah mati, karena air banjir setinggi pinggang manusia. Rumah-rumah masyarakat kemasukan air banjir. Pihak Pemerintah Belu hingga kini belum memberikan bantuan. Juga belum mengunjungi kami masyarakat Kabupaten Malaka. Malaka barusan diresmikan sebagai Kabupaten baru, namun masih diberikan perhatian oleh Pemda Belu. Kami masyarakat susah untuk keluar rumah. Hujan pun hingga kini belum reda,” ungkap Sufri Cinde, Bidan Desa yang bertugas di Betun, Ibukota Kabupaten Malaka, yang dihubungi Moral-politik.com via telepon selular, Sabtu (22/6).

Dikatakannya, hingga kini masyarakat Kabupaten Malaka sangat kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami mau dapat air bersih darimana, kalau sumur-sumur telah kemasukan air banjir. Air banjir masuk sampai ke dalam rumah. Kami tidur di atas genangan air. Bantuan belum diberikan kepada kami!” bebernya, penuh harap. (Felix)

 

Baca Juga :  Barisan Relawan Jokowi Capres ajak Aksi Damai ke Rakernas PDIP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 1 =