5

foto: ilustrasi.

 

Moral-politik.com. “Kami di bagian selatan Besikama, Kabupaten Malaka ini, banjirnya setinggi dada. Sehingga membuat kami harus berhati-hati dalam menyelamatkan diri dan anak-anak kami serta barang-barang penting lainnya!” demikian pengakuan Bidan Desa, Sely Bette, ketika dihubungi Moral-politik.com via telepon selular, Sabtu (22/6).

Selly Bette mengatakan, mereka perlu menyelamatkan surat-surat tanah dan lainnya kendati air hamper saja menutup tubuh. Bantuan belum kami terima, katanya lagi, karena mungkin kondisi cuaca yang belum membaik. Hujan masih saja mengguyur dan kiriman air banjir pun semakin meninggi.

“Kami kuatir akan terjadi bencana yang besar-besaran seperti yang terjadi pada tahun 1999 silam. Kami tidur tidak nyenyak. Kami takut dibawa banjir!” katanya, seperti sedang berteriak agar bisa didengar.

Dari balik telepon, Sely Bette melanjutkan, kesulitan yang terutama yakni kebutuhan air bersih, makanan dan obat-obatan. “Dari Dinas Kesehatan belum memberikan bantuan. Juga dari Pemerintah setempat belum memberikan bantuan. Kasihan dengan anak-anak bayi dan ibu-ibu hamil. Nyamuk banyak dan cuaca dingin yang semakin meninggi!”  teriaknya, prihatin.

Dikatakannya, daerah-daerah di Kabupaten Malaka yang terkena banjir yakni: Desa Fafoe, Umatoos, Motaain, Fahiluka, Lawalu, Railor, Naimana, Bereliku dan Foremodok.

“Daerah-daerah ini yang rawan banjir. Air banjir telah naik setinggi dada manusia. Tidak tahu lagi, kenapa Pemerintah setempat terkesan “diam” di tempat. PMI Belu pun belum memberikan bantuan. Sampai kapan kami harus seperti ini?“ katanya, pilu.

Bantuan belum dating, katanya lagi. Kami selamatkan diri masing-masing. Petugas kesehatan di desa pun sangat terbatas. Mudah-mudahan pemerintah setempat segera mengirimkan bantuan kepada kami, sehingga kami pun dapat menggunakannya.  (Felix)

Baca Juga :  Antisipasi Korupsi, Pembelian Obat Rumah Sakit Dilakukan Secara Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

69 − = 59