8

 

Moral-politik.com. Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengungkapkan, media berperan penting dalam menjaga keutuhan Pancasila. Menurut Anies, media dapat berperan dalam menampilkan tokoh-tokoh penjaga Pancasila, sehingga masyarakat dapat melihat Pancasila dalam praktek sehari-hari.

“Media adalah satu pilar penting. Bukan untuk mempromosikan Pancasila seperti dulu, penatarann tetapi kita menyaksikan figur-figur penjaga Pancasila, kita sebut merek sebagai orang-orang yang pancasilais,” kata Anis seusai diskusi bertajuk “Pancasila Jiwa Bangsa” di Jakarta, Minggu (2/6/2013).

Diskusi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1945. Hadir pula dalam diskusi tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Bambang Shergi Laksmono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan John Riady, serta Ketua Umum GP Anshor Nusron Wahid.

Lebih jauh Anies menilai, masyarakat saat ini cenderung hanya menyaksikan orang-orang yang melukai Pancasila, namun tokoh-tokoh yang menghidupkan Pancasila justru tidak dimunculkan. Padahal, lanjut Anies, begitu banyak orang yang mempraktekan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Tetapi kita tidak ikut mempraktekan, kita lebih sering menyebut orang yang tidak mempraktekan sehingga orang itu tidak terlihat pancasilais, sehingga rasanya hari ini Pancasila enggak muncul, padahal muncul banyak gerakan-gerakan pemuda,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan, Pancasila bukan semata-mata pemersatu antar etnis, suku, bahasa, budaya, dan agama, namun juga pemersatu semuanya dalam satu bingkai kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dalam diskusi, Anies juga mengingatkan masyarakat agar memilih pemimpin yang menjaga keutuhan Pancasila. “Tahun 2014 ke depan tak boleh ada lagi pemimpin yang membiarkan perobek Pancasila dibiarkan,” katanya.

Sumber: kompas.com

 

 

Baca Juga :  Pemblokiran Situs Islam, BNPT Cuci Tangan ke Koninfo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here