Leonardus Mali Mau- Tokoh Pemuda Belu

 

Moral-politik.com. Kelangkaan minyak tanah telah mempengaruhi sendi-sendi perekonomian masyarakat Belu, yang berada di garis perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Saya minta Pemerintah Belu dan aparat gabungan dari Satpol PP, Polres Belu dan TNI agar memperketat pengedaran Minyak Tanah di kalangan masyarakat.

Demikian dikatakan Leonardus Mali Mau, ketika dihubungi Moral-politik.com via telepon selular, Senin (17/6).

Menurutnya, kelangkaan minyak tanah disebabkan karena kurangnya pengawasan dari aparat, sehingga memberikan angin segar kepada makelar-makelar untuk melakukan penimbunan dan penyelundupan secara besar-besaran ke negara tetangga Timor Leste.

“Saya minta aparat agar lebih perketat lagi. Karena selama ini minyak tanah makin langka. Lalu harga jual di pasar pun makin menggila. Jangan perburuk situasi ini dengan mengisinkan makelar-makelar untuk bermain harga. Lakukan patroli dan perketat pengawasannya!” kata Leonardus.

Setahu saya, lanjutnya, harga eceran tertinggai (HET) itu cuman Rp 3.500. Tapi, di pasar dinaikkan per liter itu Rp 5000. Ini kan jelas-jelas telah terjadi permainan harga yang dilakukan makelar-makelar itu.

“Mengenai agen-agen minyak tanah yang bermasalah, sebaiknya dicabut saja isinnya. Cabut saja SIUP-nya, agar tidak merepotkan masyarakat. Kasihan kan kalau harga diplintir oleh makelar-makelar tersebut. Hidup sudah susah, jangan dibikin susah lagi!” tegasnya. (Felix)

 

 

 

Baca Juga :  TTU: Ratusan Pelamar Ikut Seleksi Pendamping PKH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

91 − 88 =