Foto Bencana Banjir Benenain, Kabupaten Malaka 2013 (1)

 

Moral-Politik.com. Koordinator Lapangan Badan Sar Nasional (Basarnas) Kupang, Cosmas Bria kepada Moral-politik.com di Kantor Camat Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Senin (24/6) yang gagal melakukan evakuasi warga di 3 desa, yang hingga kini masih terisolir mengatakan, derasnya arus air sehingga membuat timnya tidak dapat menjangkau ke lokasi yang dituju.

Namun, dirinya bersama tim yang dipimpinnya bertekat untuk dapat masuk ke lokasi, sehingga segera dapat melakukan proses evakuasi dengan baik. Karena informasi yang diterima menyebutkan, masyarakat yang berada di 3 desa tersebut kebanyakan anak-anak dan ibu hamil serta menyusui. Sebagiannya lagi terdapat orangtua yang sudah lanjut usia.

“Kami berusaha masuk ke 3 desa yang masih terisolir banjir, tapi kami gagal masuk karena arusnya sangat deras. Arusnya itu berputar kencang seperti baling-baling pesawat. Kalau kami paksa, maka kami yang jadi korbannya. Apalagi perahu karet yang kami pertama kali untuk melakukan evakuasi, sudah rusak karena dihantam batang pohon yang dibawa banjir. Kita berusaha melakukan evakuasi. Air masih tinggi mencapai 3 meter. Jaringan telkomsel untuk menghubungi Pak Kades di sana, agak susah. Curah hujan semakin tinggi, dan air banjir semakin mengalir dengan derasnya. Siapa yang mau mati lebih awal, jika arusnya sangat deras?” jujurnya kepada Moral-politik. (Felix)

 

 

Baca Juga :  Kristo Blasin: Kami Siap Bantu KPU Hadapi Gugatan Esthon-Paul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

99 − 93 =