banjir

 

Moral-politik.com. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur mengakui korban banjir Malaka Barat kekurangan bantuan. Kepala BPBD NTT, Tini Thadeus mengatakan, akibat luasnya wilayah yang diterjang banjir, pihaknya kesulitan memberikan bantuan.

Meski begitu, dia membantah kalau masyarakat korban banjir di Kecamatan Malaka Barat kelaparan. Sebab kata dia, bantuan tetap diberikan dari BPBD.

“Betul ini butuh ini sandang pangan, hari Sabtu itu kita sudah blocking kita punya bantuan makanan siap saji terus ada beras dari dinas sosial begitu. Yang di Malaka dengan di apa itu memang kalau dilihat bantuannya ya memang tidak seberapa, karena yang terdampak itu kan ada di dua kecamatan di PTS dan di Malaka itu yang paling besarnya di Malaka Baratnya, ada sekitar 8 desa di situ”, kata Tini.

Sebelumnya, korban banjir di Daerah Otonomi Baru (DOB) Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kelaparan sehingga masyarakat bertahan hidup dengan memakan pisang dan kelapa. Hingga kini belum ada bantuan dari  pemerintah daerah.

Kelaparan mulai dirasakan warga Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat. Masyarakat di daerah itu terpaksa mengkonsumsi pisang dengan lauk kelapa parut mentah. Sebab, persediaan beras dan jagung serta hasil pertanian lainnya sudah habis. (Sil Sega)

 

Baca Juga :  Mochtar Koso : Saya Terima Keputusan Partai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

63 − = 59