1

 

Moral-politik.com. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Bruno Kupok mengingatkan kepada penumpang angkutan umum khususnya para pelajar dan mahasiswa agar menyiapkan uang pas untuk membayar ongkos  menumpang angkutan umum. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari keributan antara penumpang dengan kondektur akibat susahnya uang kembali  pecahan 500.

“Sebaiknya para penumpang pelajar/mahasiswa menukarkan uang pecahan besar dengan pecahan 500 yang cukup banyak untuk meminimalisir keributan,”

Kata Bruno kepada wartawan di Kupang, Senin (24/06).

Ia mengatakan, Tarif baru angkutan umum untuk pelajar dan mahasiswa saat ini Rp 1500 dan penumpang dewasa sebesar Rp.3000. Tarif itu mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 13 Tahun 2013.

Dengan tarif seperti itu tentu pihak angkutan kota biasanya sengaja tidak menyiapkan uang pecahan 500 sehingga penumpang pelajar/mahasiswa harus menyiapkan uang pecahan 500 untuk menghindari keributan antara awak angkutan dengan penumpang.

Selain itu, lanjut dia, para penumpang khusus pelajar dan mahasiswa juga melengkapi diri dengan kartu identitas, baik itu kartu pelajar dan mahasiswa. Hal ini juga perlu dilakukan karena selisih tarif antara penumpang pelajar/mahasiswa dan penumpang umum sangat besar sehingga persiapan itu perlu dilakukan untuk menghindari keributan .

“Jika kondektur meminta kartu identitas, tinggal ditunjukan saja agar tidak terjadi pertengkaran. Banyak penumpang juga yang biasa mengaku sebagai pelajar/mahasiswa sehingga kelengkapan harus disiapkan, karena selisih harga mencapai Rp. 1500,” kata Bruno. (Nyongky)

Baca Juga :  Kuota Pupuk Rote Ndao Hanya 2.500 Lebih Ton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

79 + = 87