Bupati SBD Tak Ikut Sidang MK, Takut Video Itu Diputar! | www.moral-politik.com

Bupati SBD Tak Ikut Sidang MK, Takut Video Itu Diputar!

23

 

Moral-politik.com. Benarkah Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete telah melanggar ketentuan bahwa kapasitasnya sebagai Bupati Sumba Barat Daya juga sebagai Pembina politik di daerahnya sehingga harus bertindak netral? Lalu mengapa dia tidak berkemauan baik ikut sidang Mahkamah Konstitusi padahal saat itu berada di seputaran Kantor Mahkamah Konstitusi?

Sebuah misteri politik yang ingin diurai transparan demi kejujuran dan keadilan. Namun sepertinya masih terus beraroma rumor, sebab menurut Filipus Fernandes selaku kuasa hukum Paket Esthon-Paul ketika dihubungi Moral-politik.com, Sabtu (22/6) melalui telpon selular, mengatakan bahwa saat ini kami punya bukti yang kuat berupa video dimana Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete mengarahkan seluruh masyarakat Sumba Barat Daya untuk pilih paket nomor 4, yakni paket Frenly.23

“Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete mengumpulkan seluruh Kepala Desa (Kades) dan seluruh Camat di Kabupaten Sumba Barat Daya sejak tanggal 16-21 Mei 2013 lalu, untuk diarahkan agar dapat memilih paket nomor urut 4, yakni paket Frenly!” kata Filipus Fernandez, yakin.

Filipus Fernandes menyayangkan ketika Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete diperiksa sebagai saksi dalam sidang di MK membantah semua tuduhan itu, yang menyatakan bahwa dirinya tidak mengarahkan masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya untuk memilih paket nomor 4, yakni paket Frenly.

“Saat Bupati SBD diperiksa sebagai saksi di MK, dia bilang dirinya tidak mengarahkan masyarakat Kabupaten SBD untuk memilih paket nomor urut 4 atau Paket Frenly!” kata Fernandes.

Filipus Fernandez menjelaskan, dalam keterangan Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete mengakui bahwa dirinya mengumpulkan para Kades dan Camat se-Kabupaten Sumba Barat Daya, namun bukan untuk diarahkan untuk memilih paket nomor urut 4 atau Paket Frenly, tapi dikumpulkan untuk membahas soal pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Fernandes juga mengatakan, saat sidang di Mahkamah Konstitusi, Jumat (21/6), Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete saat itu hadir di sidang, namun Bupati Sumba Barat Daya tidak berani masuk dalam ruang sidang, karena diduga takut video rekaman terkait dirinya mengarahkan masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya untuk memilih Paket Frenly akan diputar. (richo)

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login