40

Moral-politik.com. Gugatan paket Esthon-Paul ke Mahkamah Konstitusi RI yang dimotori Yusril Ihza Mahendra, ternyata tidak menciutkan nyali penasehat hukum Frenly dan kuasa hukum KPU. Gugatan dugaan pelanggaran pilkada NTT 2013 putaran kedua itu dinilai sangatlah ringan dan mudah untuk dihadapi saat sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan DPD PDI-P NTT, Cornelis Soi, kepada wartawan  mengatakan, hingga saat ini pihaknya tetap berpatokan pada keputusan KPU NTT yang telah menetapkan paket Frenly sebagai pemenang pilkada NTT 2013. Sehingga, belum ada hal luar biasa yang mengganggu keputusan tersebut.

“Tidak ada hal luar biasa yang perlu dipersiapkan. Karena pada dasarnya, KPU sudah tetapkan. Jadi, sudah selesai (pilgub NTT 2013). Kalau ada yang persoalkan, itu dengan KPU. Dan, kami juga belum tahu, apakah gugatan itu ke KPU atau ke kami (paket Frenly),” katanya.

Cornelis Soi menegaskan, apa pun yang dipersoalkan paket Esthon-Paul, pilgub NTT 2013 telah selesai. Bahkan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui keadilan apa yang masih dicari paket nomor urut satu itu.   (richo)

Baca Juga :  Jonas Salean: 70 Persen Warga Kolhua Dukung Pembangunan Bendungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 4