16

 

Moral-politik.com. Para nelayan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tidak berani melaut dalam sepekan ini. Ini karena cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda Nusa Tenggara Timur. Nelson Malelak, seorang nelayan di Kota Kupang mengatakan, mereka tidak berani melaut karena cuaca tak menentu dan gelombang tinggi.

“Kondisi angin sekarang kincang. Jadi ketong melaut juga sama saja. Ketong pigi tidak ada ikan, jadi ketong pulang dengan tangan hampa. Kondisi laut juga tidak memungkinkan to. Baru arus keras, tambah lagi dengan air kabur lai… (Gelombang di laut cukup tinggi)? Ya cukup tinggi, ya sekitar tiga meter lah. Laut sekarang angin, cuacanya kurang  menentu juga, kadang hujan, gelombang besar juga,” kata Nelson Malelak.

Nelson Malelak menambahkan, para nelayan tidak mau ambil risiko dengan kondisi cuaca buruk. Cuaca buruk dan tidak menentu itu hanya akan membawa dampak buruk, seperti alat tangkap rusak bahkan tenggelam. Mengisi waktu senggang selama tak melaut, mereka  membersihkan dan memperbaiki alat tangkap yang ada. Akibat tak ada nelayan yang melaut, sementara ini harga ikan di tempat pelelangan ikan melonjak. Ikan kombong yang biasanya dijual Rp 10 ribu per enam ekor, naik menjadi Rp 20 ribu  per enam ekor. Sedangkan ikan tongkol ukuran besar yang biasanya dijual Rp 25 ribu per ekor, naik menjadi Rp 50 ribu per ekor. (Sil Sega)

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Ende: Warga Mulai Menikmati BLSM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 31 = 40