54

Moral-politik.com. Operation Head Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tenau Kupang, Yunus Matatula mengatakan, kondisi geografis Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri dari sejumlah pulau menjadi kendala bagi Pertamina dalam mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM).

“Selain menimbulkan biaya, pelayaran NTT yang banyak bergantung pada kondisi cuaca juga sering menyulitkan manajemen Pertamina untuk memenuhi permintaan dari berbagai daerah,” kata Yunus Matatula kepada Moral-politik.com di Kupang,  Selasa (04/06).

Menurut Yunus, selain TBBM Tenau Kupang, masih ada enam TBBM lainnya, yakni Ende, Maumere, Reo, Kalabahi, Atapupu dan Waingapu, yang mesti dilayani/disuplai BBM. Pendistribusian BBM terkendala manakala cuaca memburuk. Parahnya, karena Pertamina selalu dituntut untuk mensuplai BBM ke ketujuh terminal tersebut  guna menghindari kelangkaan BBM. Menariknya, karena Pertamina sering mengaku cadangan BBM di Depo Tenau terbilang aman. Hanya saja, kondisi cuaca yang kurang bersahabat memaksa mereka tidak bisa mendistribusikan BBM tersebut.

TBBM Tenau Kupang, kata Yunus, sebagai terminal suplai point yang mensuplai seluruh wilayah NTT (TBBM Ende, Maumere, Reo, Kalabahi, Atapupu, Waingapu, dan ekspor ke luar negeri di wilayah Timor Leste). Yunus merincikan, kapasitas tampung BBM di TBBM Tenau Kupang perbulannya untuk Produk avtur sebanyak 18.000 kilo liter (KL), premium 21.000 KL, Minyak Tanah 5.500 KL, solar 25.000 KL dan Pertamax 600 KL. Sedangkan daerah layanan TBBM Tenau Kupang menurut Yunus, yakni Kota Kupang 12 SPBU, Kabupaten Kupang tiga SPBU, Timor Tengah Selatan tiga SPBU dan Timor Tengah Utara dua SPBU. (Ale)

Baca Juga :  Jawa Tengah: Bibit Waluyo Ucapkan Selamat kepada Ganjar Pranomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here