gyna

 

Moral-politik.com. Warga Kolhua berjanji siap mati atau kehilangan nyawa mereka untuk mempertahankan tanahnya yang rencananya akan dibangun Bendungan Kolhua.

“Kami siap mati untuk pertahankan tanah kami!” penegasan ini disampaikan oleh Dance Bistolen, salah seseorang pemuda, yang juga pemilik lahan  kepada wartawan, Juma’t (28/06/2013) bertempat di Kantor DPRD Kota Kupang.

Warga Kolhua, kata dia, tidak menerima siapa pun yang ingin datang ke kelurahan tersebut, untuk membangun bendungan, baik itu Pansus, Pemkot dan aparat keamanan.

“Kami tegaskan tidak ada seorang pun yang datang baik itu Pansus, Pemkot dan aparat keamanan. Kalau benar nanti lihat sendiri akibatnya!” Tegasnya.

Dance juga merasa kecewa dengan Ketua Pansus Fan Adrianus, yang menuduh dirinya sebagai provokator keributan yang terjadi saat sidang Pansus digelar.

“Saya kecewa dengan pernyataan ketua Pansus yang bilang saya provokator,” jelas Dance.

Ia menegaskan, keputusan warga untuk keluar dari tempat sidang tersebut karena mereka tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhannya, padahal selaku pemilik lahan mereka mempunyai hak yang sama, dengan yang lain. (Iksan).

Baca Juga :  Pengarahan Ratu Atut Ditafsir "Serang" Rano Karno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 6 =