14

 

Moral-politik.com. Benyamin Seran (40), warga RT 06/RW 03 Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Ayah empat anak ini ditemukan istrinya, Cornelia Henci tewas gantung diri di pohon Jati di belakang rumahnya, Rabu (26/6) pagi sekitar pukul 06.00 wita.

Diduga korban memilih mengakhiri hidupnya karena tak mampu membayar uang sumbangan untuk kedukaan dan keluarga.

Cornelia Henci, istri korban yang ditemui wartawan di rumah duka mengakui, kalau dalam dua hari belakangan ini korban dipusingkan dengan urusan kedukaan dan urusan keluarga. Untuk urusan ini korban harus menanggung sumbangan bagi kerabatnya.

Dia mengaku memiliki firasat buruk karena menjelang korban mengakhiri hidupnya, banyak terdengar suara burung hantu persis di pohon jati tempat korban mengakhiri hidupnya.

Rencananya, korban yang juga berasal dari Kabupaten Belu hendak membuat pasport karena ingin mengikuti acara adat di Timor Leste awal Agustus nanti.

Para tetangga korban pun menilai  selama ini korban tipe orang pendiam dan pekerja keras sebagai petani, tukang dan juga penggali sumur.

Cornelia menceritakan, usai makan malam bersama, korban masih duduk di ruang tamu membahas silsilah keluarga dan masalah lainnya.

Pembahasannya itu membuat Cornelia heran dengan sikap suaminya yang begitu perhatian padanya termasuk mengusap-usap kepalanya.

Sekitar pukul 03.00 wita, papar Cornelia, ia pamit untuk tidur karena dadanya sakit. Sementara korban masih duduk di ruang tamu. Sekitar pukul 06.00 wita, Cornelia terbangun dan tidak mendapati korban lagi. Dia melihat pintu belakang sudah terbuka dan menduga korban ke kamar mandi.

Lantaran sudah pagi, ia pun hendak memasak air dan nasi sehingga ia ke samping rumah untuk mencari kayu bakar. Saat mencari kayu bakar, ia melihat tubuh korban sudah bergantungan di atas pohon jati dalam keadaan sudah meninggal.

Baca Juga :  Belum Cukup Umur, KPU TTU Coret 2 Caleg PBB

Cornelia pun histeris dan menyuruh anaknya menyampaikan pada kerabat lain dan tetangga. Kasus ini juga dilaporkan ke polisi di Pos Polisi Baumata sehingga Kapospol Baumata, Aiptu Y. Petrus Tafui pun turun ke tempat kejadian perkara memasang garis polisi. Selang beberapa saat, datang Kapolsek Kupang Tengah, Ipda M. Fachruddin bersama anggotanya serta tim identifikasi dari Polres Kupang Kota.

Jenasah korban pun dievakuasi ke rumah duka. Korban mengakhiri hidupnya dengan melilitkan tali nilon putih sebesar jari kelingking pada lehernya dan dikaitkan pada dahan pohon jati.

Anehnya, saat mengakhiri hidupnya, korban sempat menyelipkan parang di belakang tubuhnya. Saat evakuasi, tubuh korban sudah kaku dan langsung diidentifikasi tim medis rumah sakit Bhayangkara Kupang serta tim identifikasi Polres Kupang. (Ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 4 = 1