1

 

Moral-politik.com. DPRD Nusa Tenggara Timur meminta Maskapai Penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk tidak lagi memakai pesawat MA 60 guna melayani penerbangan di Nusa Tenggara Timur. Hal Ini disebabkan  MA 60 terus mengalami kecelakan udara.

“Pesawat MA 60 tidak layak terbang di NTT karena sering mengalami kecelakaan. Hal ini juga diperkuat tentang larangan dari Dirjen Perhubungan soal larangan terbang di NTT yakni Maumere, Ende dan Waingapu”, kata anggota DPRD NTT, Somie Pandie di Kupang, Jumat (21/06).

Menurut Litinau, semestinya pihak Merpati merpertimbangkan kembali untuk tidak memakai MA 60 karena rentetan kecelakaan yang sudah terjadi.

“MA 60 tidak usah terbangi NTT lagi. Karena kalau pun orang naik itu karena tidak ada pilihan lain, jadi ya terpaksa”, ujarnya.

Pendapat  mereka memang sangat beralasan. Sebab pada tanggal 7 Mei 2011 Merpati MA 60 mengalami kecelakaan di laut, dekat Bandar Udara Utarom, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. MA-60 juga mengalami cras landing di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (10/6/2013) pagi. Di Indonesia, pesawat buatan China ini sudah tiga kali mengalami kecelakaan.

Sementara itu Distrik Manager Merpati Airlines Area Kupang, Srianto Senoadi mengatakan, pesawat Merpati MA 60 layak terbang.

“ Merpati MA 60 memang layak terbang karena selalu di mantainance yang teratur. Perakitannya di Cina tetapi seluruh komponen-komponennya berasal dari Amerika dan Canada. Tapi yakinlah bahwa gak ada company ataupun Maskapai yang menginginkan  kecelakaan,“ ujarnya.

 

Baca Juga :  Kapankah Saat Terbaik Mengencani Pesona Bali?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

63 + = 68