3

Moral-politik.com. Kuasa Hukum Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Dedari, Dedy Yulidar, Fransiskus Taolin,  Lorens Mega Man menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia (MKDKI) atas pembacaan surat putusan terkait kematian yang dialami bayi Elijah Dethan berusai 10 bulan.

Lorens Mega Man kepada Moral-politik.com di Kupang, Kamis (13/06) mengaku, ikut dalam pembacaan putusan MKDKI di Aula Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT. Dia memberikan apresiasi terhadap konsideransi putusan yang dinilainya adalah putusan ‘jalan tengah’, yang artinya memuaskan semua pihak, baik pihak keluarga Pdt. Yonson Dethan maupun kliennya.

“Kami menyambut baik putusan ini, karena tidak ada kealpaan dalam kasus ini. Oleh karena itu dalam putusan tersebut, tidak ada langkah pidana maupun perdata yang dijelaskan oleh pihak manapun kepada klien saya (RSIA Dedari dan dokter-dokter teradu). Dengan demikian, wilayah kepolisian sudah tertutup, begitu pun gugatan-gugatan keperdataan yang akan diajukan oleh pihak Yonson Dethan terhadap putusan a quo, karena di dalam putusan sudah jelas dinyatakan,” jelasnya.

Lorens mengatakan, selaku kuasa hukum Frans Taolin dan Dedi Yulidar, dirinya sedang mengkaji isi putusan, apakah akan menempuh langkah hukum atau tidak. “Tetapi yang perlu saya sampaikan kepada publik, kita masih bisa memberikan langkah hukum administrasi terhadap putusan tersebut. Kami segera mengkaji apakah ada cacat prosedur atau cacat substansi di dalam pengambilan keputusan oleh MKDKI. Ini yang akan kita kaji dan tindak lanjuti,”  katanya.

Lorens menegaskan, dugaan malpraktek yang diadukan sama sekali tidak terbukti melalui putusan MKDI yang telah dibacakan. “Tolong kita bedakan antara pelanggaran disiplin dengan pelanggaran kode etik. Dari putusan MKDI, jelas tidak terbukti pelanggaran malpraktek dalam kasus ini. Dengan demikian tidak ada unsur kealpaan atau kulfa, sehingga tidak ada pertanggungjawaban pidana dan perdata yang dibebankan kepada klien saya. Kita memang belum pegang putusan, tapi saya mendengar dengan saksama, konsederasinya memang bagus dan ini memuaskan semua pihak,” jelasnya.

Baca Juga :  Penyakit Diare Menyerang Anak-anak di Puskesmas Sita

Dia menambahkan, putusan MKDKI itu tidak serta merta mencabut izin praktek dua kliennya, melainkan putusan itu merekomendasikan pencabutan surat tanda registrasi Frans Taolin selama enam bulan dan Dedy Yulidar selama lima bulan. “Rekomendasi MKDKI ini akan disampaikan kepada pihak di atas MKDKI yang berwenang mengeksekusi rekomendasi tersebut. Kami tunggu saja kapan dieksekusi rekomendasi MKDI tersebut,” jelas Lorens Mega Man. (Ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here