Ervi Naro: Menyulam Perjuangan Bagi Kaum Perempuan TTU | www.moral-politik.com

Ervi Naro: Menyulam Perjuangan Bagi Kaum Perempuan TTU

 

3

Moral-politik.com. “Saya akan berjuang keras dan terus berjuang bagi kaum miskin yang terpinggirkan, yang termarjinalisasi, terutama kaum perempuan yang selalu dipinggirkan oleh kaum laki-laki,” itulah tekat tulus dari Bergita Maria Sofia Naro, yang akhir-akhir ini  mewarnai demokrasi di badan legislatif TTU.

Ia menjadi semakin populer di kalangan elite politik TTU dan turut diperhitungan dalam pemilu legislatif 9 April 2014 mendatang, ketika pada April lalu dilantik sebagai Anggota DPRD TTU pengganti antar waktu dari fraksi Partai Demokrat, menggantikan Frans Tatang Salu, mantan ketua DPC Partai Demokrat yang mengalami gangguan kesehatan sejak tahun 2011.

Bergita M Sofia yang akrab disapa Ervi ini di kediamannya mengatakan, kehadirannya di dunia politik terutama di kursi DPRD hanyalah untuk mewujudkan impiannya yakni berjuang bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat TTU agar kedepan kehidupan masyarakat jauh lebih baik dari kondisi yang dialami saat ini.

Wanita kelahiran Kefamenanu, 13 Januari 1977 ini mengaku sangat tertarik dengan dunia politik sejak kecil. Hanya saja, semasa SMP dan SMA, dia merasa ketertarikannya pada dunia yang serba “abu-abu” ini belum begitu tampak.

“Tapi ketika mulai kuliah di Kupang, khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undana, saya makin tertarik dengan dunia politik. Setiap ada yang diskusi atau berbincang tentang politik, saya pasti ikut ‘nimrung’ omong politik. Rupanya virus politik mulai masuk ke jiwa dan hati saya, sehingga setiap perbincangan politik pasti saya tidak pernah lewatkan,”  ungkap lulusan SMA Negeri 1 Kefamenanu ini.

Karena itulah, ketika dirinya menyelesaikan studi di Kupang tahun 2000, terutama saat bekerja, ia mulai melirik Partai Demokrat untuk bergabung menjadi anggota sekaligus pengurus DPC TTU, yang mana sejak tahun 2006 dipercayakan sebagai salah satu wakil sekretaris hingga saat ini.

Selain menjadi anggota DPRD TTU, Ervi juga kembali dicalonkan oleh Partai Demokrat sebagai salah satu caleg dari daerah pemilihan TTU-1, bersama 10 rekannya, yang saat ini masih dalam tahapan verifikasi menuju pengumuman DCS dan DCT.

Ketika ditanya, apa yang akan dilakukan terutama saat ini dan masa yang akan dating, manakala rakyat kembali mempercayainya sebagai wakil rakyat pada pemilu 2014, Ervi mengatakan, dia tidak mau muluk-muluk. Tapi yang jelasnya, dirinya akan berusaha untuk mengangkat derajat perempuan di dunia politik, dan terus berjuang untuk mewujudkan suara perempuan yang selama ini kenyataannya masih jauh dari harapan.

Diusik lebih jauh soal pengalaman kerja, Ervi menjelaskan, usai menyelesaikan studi,  dirinya bekerja pada sejumlah LSM, diantaranya Yayasan Cinta Bangsa, Yayasan Cinta Flobamora-Abdi (Santaradi)-Kupang, tenaga sukarelawan Hak Asasi pada LCW, distrik fasilitator pada UNFPA di TTU, dan terakhir, sejak 2009 sampai April 2013 menjadi guru pada SMA Pelita Karya Kefamenanu.

Ahkir April lalu ia dilantik jadi anggota DPRD TTU menggantikan Frans Tatang Salu, mantan Ketua DPC Partai Demokrat TTU.

Selain itu, semasa kuliah di Undana Kupang, Ervi juga aktif pada beberapa organisasi kampus dan eksternal kampus, hingga akhirnya membuat dirinya semakin mapan dan tertarik ke partai politik, sekaligus mengantarnya menjadi anggota DPRD TTU pengganti antar waktu 2009-2014.

Mampukah Ervi mewujudkan impiannya, yakni mengangkat harkat dan derajat perempuan TTU melalui DPRD TTU? Rakyat TTU menunggu jawaban sang wakil rakyat. (damian kenjam)

 

 

 

Comments

comments

You must be logged in to post a comment Login