weewe

Moral-pilitik.com. Keributan yang terjadi di Aula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang yang di lakukan oleh warga Kolhua, menurut Ketua Pansus Fan Adrianus, para warga tersebut tidak mengetahui tata krama dan aturan yang ada di lembaga DPRD Kota Kupang.

“Mereka tidak obrak-abrik tapi mereka tidak tau tata krama yang ada di lembaga ini,” ungkap Adrianus.

Ia menjelaskan, dirinya sudah mengarahkan warga Kolhua baik itu pemilik lahan maupun bukan pemilik lahan untuk duduk dan menyampaikan aspirasi, namun sebelum diberi kesempatan para warga lansung melakukan keributan.

“Saya sudah beri kesempatan tapi mereka lebih dahulu ribut,” tuturnya.

Ia menegaskan, tugas dari Pansus hanya mengawal kesepakatan yang dibuat oleh Pemkot Kupang dan warga Kolhua.

“Kami hanya kawal kesepakatan yang dilakuakan kedua belah pihak,” jelasnya.

Adrianus menuturkan, kantor DPRD adalah milik rakyat. Untuk siapaun yang merasa diri sebagai masyarakat Kota Kupang berhak datang ke kantor DPRD Kota Kupang.

“Ini rumah rakyat, siapun pun boleh datang ke sini,” ungkapnya.  (ikzan)

Baca Juga :  Wao, Jessica Curphey Punya Empat Ginjal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

72 − = 69