28

Moral-politik.com. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fred M. Solo mengatakan, operasi angkutan perkotaan maupun pedesaan di Kupang bermasalah.

“Hal ini dibuktikan dengan banyaknya keluhan yang disampaikan masyarakat NTT,” kata Fredik Solo di Kupang, Senin (10/06).

Sehingga dalam waktu dekat, kata Fredik, akan digelar rapat koordinasi antar Dinas Perhubungan baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Dijelaskan Fredik, pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang terminal bayangan dan kendaraan yang beroperasi tidak sampai trayeknya; di tengah jalan mereka putar kembali. “Padahal saat minta izin trayek dengan rute Kupang-Penfui-Baumata, tapi sampai simpang Oesapa para sopir belok lagi. Kasihan penumpang, karena mereka harus bayar lagi untuk meneruskan perjalanan,” ujarnya.

Fredik menjelaskan, pihaknya sering menyaksikan langsung yang terjadi di lapangan, dimana bila ada petugas di jalan, para sopir angkutan umum mematuhi trayeknya, tetapi ketika tidak ada petugas yang jaga, mereka akan melanggar lagi.

Padahal, tambah Fredik, trayek-trayek perkotaan dan pedesaan harus disahkan dengan  SK Gubernur. “Tapi kita sudah minta dan menyurati berkali-kali, tidak pernah ditanggapi. Mau bilang apalagi. Tapi kalau ada masalah kita juga dipanggil. Misalnya masalah aturan di terminal, salah atur, angkutan lakukan  demo ke DPRD, kita juga yang dipanggil. Makanya saya sudah sampaikan ke teman-teman, dengan tidak ada intervensi apapun, kita diundang, biar kita beri masukan,” urai Fred Solo. (Ale)

Baca Juga :  Ditjen Pjak Akui Ada 320 Pejabat Pajak Berjiwa Bandit Masih Berkeliaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

78 − 76 =