12

Moral-politik.com. Pasangan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur terpilih, Frans Lebu Raya – Benni Litelnoni menggelar doa syukur atas terpilihnya mereka sebagai gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2013 – 2018. Ketua Tim Pemenangan Pasanngan Frans Lebu Raya – benni Litelnoni, Kristo Blasin mengatakan, doa syukur ini digelar bukan karena kemenangan paket Frenly, tetapi karena proses Pemilu Gubernur NTT berjalan aman.

“Mensyukuri karena seluruh proses berlangsung sekitar enam bulan tidak ada hambatan yang luar biasa, seluruh tim sehat walafiat, dan itu saya kira hal-hal itu yang patut disyukuri. Bukan soal kemenangan. Bahwa proses ini kita kelola begitu rupa dan semuanya lancar aman terkendali. Terima kasih kepada seluruh warga Nusa Tenggara Timur yaaah, telah mengawal proses ini dengan baik, melaksanakan tugas dan tanggungjawab pemilihan pemimpin kita,” kata Kristo Blasin.

Ketua Tim Pemenangan Paket Frenluy, Kristo Blasin menambahkan, doa syukur selain dilaksanakan secara agama Katolik, juga dilaksanakan secara agama Islam. Kristo Blasin mengatakan, meski proses Pemilu Gubernur NTT masih belum selesai, karena masih ada gugatan di Mahkamah Konstitusi, namun syukuran perlu dilaksanakan. Pasangan Esthon Foenay – Paul Tallo menggugat KPU NTT atas hasil pemilu Gubernur NTT. Tim ini menuding Pemilu Gubernur NTT penuh dengan kecurangan dan pelanggaran. (Sil Sega)

Baca Juga :  Kesadaran Masyarakat Rote Ndao untuk Ber-KB Tertinggi di NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here