5

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Tangan kanan Vivin Mone (11) siswi Sekolah Dasar Inpres (SDI) Naibonat, Kabupaten Kupang,  nyaris putus akibat terkena pisau mesin perontok padi. Vivin langsung dibawa ke RSU Naibonat dan dirujuk ke RSU Prof. WZ. Johannes Kupang.

Lasarus Mone dan Yeni Mone Saetbani, orangtua korban yang ditemui Moral-politik.com di IGD RSUD Prof. WZ Yohannes Kupang  mengungkapkan, saat kejadian mereka sementara berada di sawah.

“Kami juga bingung karena dia berada di belakang mesin perontok padi, dan dia hanya berdri saja. Tiba-tiba tangannya terkena buler dari mesin dan tendes tangannya, sehingga mengalami luka yang cukup besar, tulangnya juga patah,” keluhnya.

Vivin  langsung dibawa ke RSUD Naibonat namun dari sana dirujuk ke RSUD Johannes. “Kami tiba di sini sudah sore dan langsung masuk ke IGD. Katanya dijahit sementara dan besok akan dibersihkan lagi,” ungkapnya.

Menurut mereka, padi sudah selesai dirontok dan mereka akan membersihkan bulir-bulir padi, tetapi terjadi peristiwa tersebut. Vivin, Warga RT 30 Naibonat ini akan mengikuti ujian akhir sekolah pada hari Senin mendatang. Inilah yang buat kedua orang tuanya semakin cemas dengan kondisi Vivin.

Yeni mengungkapkan, sejak kemarin Vivin sudah minta agar dia ikut ke sawah untuk membantu mereka, namun tidak diijinkan karena alasannya dia masih sekolah. “Tadi pagi dia datang sendiri ke sawah karena kami tidur di sawah,” kata Yeni, kesal. (richo)

 

 

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Petuk II Terbengkalai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

83 − 80 =