5

 

Moral-politik.com. Keputusan pemerintah untuk menaikan Bahan Bakar Minya (BBM), membuat  penyediaan listrik tenaga diesel saat ini semakin mahal untuk pemenuhan kebutuhan energi di NTT. Secara bertahap akan dialihkan ke pemanfaatan sumber pembangkit yang berasal dari batu bara atau PLTU.

Hal itu disampaikan Asisten II bidang pembangunan Setda Provinsi NTT, Andereas Jehalu saat membacakan sambutan Gubernut NTT pada kegiatan  workshop Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet), yang di gelar oleh harian Timor Expres dan Dinas Pertambangan bekerja sama  Energi Provinsi NTT bertempat aula El-tari provinsi NTT.

Dikatannya, wilayah NTT saat ini, sedang dilaksanakan pengembangan jaringan listrik yang bisa saja melewati kawasan hutan, kawasan permukiman, kawasan pertanian serta kawasan lainnya yang memerlukan koordinasi, komunikasi dan kesepahaman serta pengertian sesuai regulasi antar pihak terkait sehingga membantu percepatan pihak penyedia listrik untuk kebutuhan masyarakat oleh PLN. (Ikzan)

 

Baca Juga :  September, BPS Umumkan Hasil Sensus Pertanian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

53 − 50 =