11

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Lurah Oesapa Selatan, Margaretha Malelak yang melakukan penganiayaan terhadap warganya sendiri, Marlin Lobo Leta (36), berdomisili di RT 10/ RW 04, akhirnya dipolisikan Marlin ke Mapolresta Kupang Kota, karena  sampai saat ini korban mengalami trauma berat.

Marlin Lobo Lete kepada wartawan, Rabu (12/6) dalam kondisi lemas dan sedikit gemetar. Ia mengatakan, penganiayaan tersebut dilakukan Malelak pada, Selasa (11/6).

Korban  mengisahkan, saat itu sekitar pukul 13.00 Wita, dirinya didatangi Lurah Oesapa Selatan, Margaretha Melelak. Dalam kondisi lemas karena sakit, dirinya menerima lurah di teras rumahnya, dan mempersilahkan duduk. Sebagai warga, dirinya sedikit terkejut dengan kedatangan  tersebut.

Namun, katanya, rasa hormatnya ternyata tidak digubris pelaku yang langsung mengeluarkan kata-kata makian. Dengan sabar, dirinya tetap meminta agar pelaku  duduk dan menjelaskan persoalan yang sebenarnya, karena dirinya sama sekali tidak mengetahui apa penyebab kemarahan dan makian tersebut. Tetapi, niat baik tersebut kembali dibalas dengan kata-kata makian yang menjadi-jadi.

Korban  mengatakan, dirinya tetap meminta agar pelaku duduk dan menjelaskan apa maksud dan tujuan kunjungannya itu. Namun  pelaku saat itu sudah dalam keadaan emosi dan menyiapkan diri untuk menyerangnya. Pelaku tiba-tiba maju dan menjambak rambutnya dan mencekik lehernya. Karena sudah tidak berdaya, dirinya mengangkat tangannya, namun jarinya digigit oleh pelaku.

Bebera waktu berselang, lanjutnya, suami pelaku  juga datang ke rumah korban dan marah-marah. Saat itu, dengan kondisi yang sudah lemas, korban masih sempat mengusir suami korban karena merasa diserang. Dirinya  mengancam akan melapor polisi karena pelaku sudah melakukan penyerangan ke rumahnya. Apalagi suami korban tidak berada di tempat karena sedang bertugas di luar daerah.

Baca Juga :  731 PNS di Rote Ndao ikrarkan sumpah dam janji

Hari itu juga, katanya, dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang Kota, namun  ketika menghadap polisi, pelaku akhirnya meminta maaf. Karena tidak ingin persoalan menjadi panjang, keduanya pun berdamai, namun dengan catatan Malelak harus melakukan permintaan maaf dengan mendatangi rumah korban di depan keluarga besar sekaligus doa bersama. Ini karena Marlin merasa takut dan trauma dimana seumur hidupnya baru pertama mengalami penganiayaan seperti ini.

Marlin mengatakan, saat di polisi, pelaku menyetujuinya, namun ketika pulang ke rumah, sampai saat ini pelaku tidak pernah muncul di rumahnya untuk meminta maaf dan doa bersama.

“Saya sama sekali tidak tahu mengapa seorang lurah dan seorang ibu bisa sewenang-wenang dan kasar seperti itu. Karena, selama ini saya tidak pernah ada persoalan dengan dia,” ujarnya. (richo)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here