laskar (2)

 

Moral-politik.com. Diduga adanya kecurangan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Nusa Tenggara Timur (NTT), Laskar Merah Putih (LMP) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mencopot jabatan anggota KPU Sikka dan Flores Timur (Flotim).

”Kami minta pemerintah pusat dan lembaga pengawas KPU untuk mencopot anggota KPU NTT dan kabupaten/kota yang terbukti melakukan kecurangan selama proses pilgub,” kata Melchianus Nona, Ketua Laskar Merah Putih, di Kupang, (17/6)

Tujuan dari Laskar Merah Putih melakukan aksi unjuk rasa terkait hasil pemilu gubernur NTT yang dinilai syarat rekayasa, dan berbuntut pada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang sidang perdanya akan digelar Senin, 17 Juni 2013 pukul 15.00 Wita.

Laskar Merah Putih juga meminta agar KPU turut bertanggungjawab atas segala kecurangan yang terjadi selama proses pilgub NTT, yang dinilai banyak terjadi kecurangan, tidak adil dan tidak independen.

“Sebelum dicopot dari jabatan anggota KPU, sebaiknya oknum KPU yang diduga melakukan kecurangan atau tindak pidana Pilgub segera mengundurkan diri!” katanya.

Selain itu, LMP  juga meminta pertanggungjawaban kedua KPU yakni Sikka dan Flotim, karena telah membuka kotak suara untuk mengambil formulir C2 plano yang akan digunakan sebagai bukti di MK.  “Kami minta mereka (anggota KPU) segera mengundurkan diri!” katanya.

Ketua KPU John Depa kepada wartawan mengatakan, seluruh dugaan kecurangan pilgub NTT putaran kedua, 23 Juni 2013 lalu telah digugat ke MK, sehingga dirinya meminta agar seluruh pihak agar dapat menunggu hasil persidangan di MK. “Semua dugaan kecurangan sudah di MK. Jadi mari kita tunggu hasilnya!” katanya. (richo)

 

 

Baca Juga :  Ania Lisewska: Saya Ingin Bercinta dengan 100.000 Pria!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 67 = 69