IMG-20130617-00486

 

Moral-politik.com. Front Rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/6), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meminta kepada pemerintah NTT untuk menghapus seluruh hutang luar negeri.

Unjuk rasa yang dilakukan Front Rakyat NTT itu, selain meminta pemerintah menghapus hutang luar negeri, juga untuk menolak rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Front Rakyat NTT  yang menggelar aksi damai itu membawa spanduk  bertuliskan  menolak kenaikan harga BBM, dan berorasi di halaman kantor DPRD NTT.

Front Rakyat NTT mengatakan, mereka menolak BBM, menuntut pemerintah menasionalisasi industri pertambangan asing, atau minimal renegosiasi seluruh kontrak pertambangan asing.

“Ini merupakan solusi untuk mengatasi masalah BBM. Bukannya justru menaikan harga,” kata Jovan Nale, koordinator Front Rakyat NTT Tolak BBM.

Front Rakyat NTT juga  menuntut agar pemerintah menghapus utang luar negeri, dengan alasan mengefiensi APBN atau mengurangi biaya birokrasi, menghapus dana rekap BLBI, basmi mafia pajak dan importir minyak serta membangun kilang minyak dalam negeri.

Selain dua tuntutan itu, tuntutan lainnya yakni membangun infrastruktur pengelola gas sebagai alternatif bahan bakar minyak, dan cabut seluruh Undang-undang bidang energy, yang merugikan kepentingan nasional.

Upaya Mahasiswa bertemua anggota DPRD sia-sia, sehingga aspirasi mereka tidak bisa tersalurkan ke pemerintah pusat.  (richo)

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Jokowi: Saya yang atur Paspampres!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 2 =