IMG-20130629-00623

 

Moral-politik.com. Jack Kalla, salah satu pemilik Lahan di Kelurahan Fatukoa yang menolak lahannya dibangun Tower 51 yang menghubungkan ke jaringan induk di Kelurahan Maulafa, menilai PLN berusaha memprovaksi masyarakat lewat media untuk membenci dirinya karena menolak memberi lahannya untuk penyambungan tower tersebut.

“PLN sengaja membentuk opini masyarakat untuk membenci dirinya lewat media bahwa jika sampai bulan juli listrik padam di Kota Kupang karena ulah Jack Kalla, padahal mereka sedang membodohi masyarakat Kota Kupang,” kata Jack kepada wartawan di Kupang, Sabtu (29/06).

Menurutnya, sesuai Undang-undang Pertambangan Tahun 1992 menerangkan bahwa ketinggian dari jaringan harus 12,5 meter dari perumahan dan jarak tower dari rumah harus berjarak 7 meter. Namun PLN telah sengaja mendatangkan ahli yang bisa mereka atur dan datang membodohi kami, dan membuat pernyataan di media bahwa warga yang sengaja menghambat pengoperasian PLTU Bolok.

“Saya dan warga sebenarnnya tidak menolak lahan saya dilewati jaringan itu. Namun harus sesuai standar keselamatan yang ada. PLN jangan memaksa pengoperasian tanpa mempedulikan keselamatan masyarakat,” kata Jack Kalla. (Nyongky)

Baca Juga :  Tim terpadu periksa kelayakan fasilitas transmigrasi Kualin, TTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

63 + = 66