MORAL-POLITIK.COM – Big Boss atau  CEO Lippo Group James T. Riyadi  kembali menyamikan komitemennya mendirikan empat buah rumah sakit berstandar internasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Maksud pembangunan rumah sakit tersebut untuk membantu pemerintah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan standar pelayanan yang lebih  baik.

Kepada Moral-politik.com di Kota Kupang, Minggu (16/6/2013) Riyadi mengatakan, empat rumah sakit itu akan dibangun di Kota Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Sikka, dan Ende.

“Bulan Desember 2013 mendatang keempat rumah sakit yang sama standarnya dengan Rumah Sakit  Siloam di Jakarta akan kami bangun. Bahkan untuk Maumere akan dipercepat pembangunannya karena lahannya sudah disiapkan,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya sangat serius membantu pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan  pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kendati pun dari waktu ke waktu pemerintah terus membenahi standar pelayanan kesehatan.

Menjawab wartawan alasan memilih empat lokasi untuk mendirikan rumah sakit, James  menjelaskan, Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi harus punya sebuah rumah sakit dengan  standar pelayanan lebih dan tidak hanya mengandalkan rumah sakit pemerintah, yang sudah ada  sekarang ini. Sedangkan di Soe, untuk mengcover pelayanan untuk empat kabupaten, yakni Timor  Tengah Selatan (TTS) Timor Tengah Utara (TTU), Belu dan Kabupaten Malaka.

Sementara Maumere, lanjutnya, akan mengcover pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Sikka,  Flores Timur dan Lembata. Ende untuk masyarakat di Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

“Sebelum rencana mendirikan rumah sakit, saya sendiri sudah melakukan kunjungan tahun lalu ke  daerah-daerah itu untuk melihat peluang apa yang bisa diberikan Lippo Group dalam membantu  pemerintah dan masyarakat setempat,” paparnya.

Baca Juga :  Siswa SMU se Kota Kupang rayakan kemenangan UN 2017

Dia menjamin, meskipun rumah sakit yang didirikan nanti dengan standar pelayanan  internasional, namun  tidak akan memberatkan beban masyarakat, lantaran manajemen memahami  kondisi kehidupan masyarakat NTT.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here