JEFTA BENGU

Moral-politik.com. Keberadaan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Maju milik Pemkot Kupang dimanfaatkan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) setempat untuk berhutang kemudian enggan membayar. Akibatnya, KPN Maju membatasi jumlah pinjaman bagi anggota.

“Keberadaan KPN Maju hanya dimanfaatkan PNS untuk berhutang dan enggan mengembalikan angsuran pinjaman yang,” kata Jefta Bengu, Ketua KPN Maju,  kepada wartawan di Kupang, Kamis (13/06).

Jefta Bengu merincikan, hutang pinjaman PNS di KPN Maju untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 157 juta, dan hutang untuk melakukan kredit sepeda motor sebesar Rp. 1,3 miliar.

Untuk mengatasi persoalan pengembalian pinjaman para PNS di KPN Maju, kata Jefta Bengu, pihaknya telah bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  untuk melakukan penagihan secara langsung kepada yang bersangkutan, sebab pada bulan Agustus nanti KPN Maju akan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk tahun buku 2012.

“Kita sudah minta Pol PP untuk tagih sebab kita sudah berulangkali menyampaikan kepada mereka yang berhutang agar membayar angsuran, tapi mereka malas tahu saja,” kesalnya.

Perilaku para PNS yang sering lalai baik sengaja maupun tidak sengaja untuk mengembalikan pinjaman koperasi, kata Jefta Bengu, maka pihak Koperasi telah membatasi jumlah pinjaman bagi anggota Koperasi. Selain itu, lanjutnya, Koperasi juga akan selektif memberikan pinjaman sehingga anggota yang masih berhutang tidak boleh mengambil pinjaman lagi.

“Kita sekarang sudah batasi jumlah pinjaman, maksimal satu orang anggota hanya boleh meminjam Rp. 10 juta, dan bagi mereka yang belum menyelesaikan hutangnya tidak boleh pinjam lagi. Sekarang kita lebih selektif lagi!” ungkapnya. (Ale)

 

Baca Juga :  Puluhan SPM Ilegal Diamankan Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 2 =