1

 

Moral-politik.com. Anggota DPRD Provinsi NTT dari Komisi D, Jimmy Sianto membantah telah membuat kesepakatan dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Rumah Sakit Umum (RSU) W. Z. Johannes untuk tidak direlokasi.

“Sebagai anggota DPR Saya tidak pernah buat kesepakatan dengan PKL soal relokasi. Mereka memang pernah bertemu dengan saya membahas tentang nasib mereka dan meminta saya untuk membantu mereka. Tapi saya tidak pernah buat kesepakatan sebagai DPR dengan mereka,” kata Jimmy Sianto di Kupang, Senin (25/06).

Menurutnya, kalau tidak salah pada awal tahun 2013 mereka mengadukan kepada DPR bahwa manajemen rumah sakit telah meminta mereka untuk mengosongkan areal tersebut untuk dibangun sesuai dengan master plan yang ada. Pada saat itu pihak DPR hanya meminta kepada pihak rumah sakit jika ada space yang bisa menampung para PKL maka mereka bisa direlokasi di tempat itu. Tapi kalau tidak ada space maka mereka juga harus legowo meninggalkan tempat itu.

Sebagai DPR, lanjutnya, dia idak bisa memaksa pihak rumah sakit untuk tidak merelokasi para PKL tersebut karena keberadaan mereka merupakan kebijakan dari manajemen. Selain itu, pengembangan juga demi pelayanan yang prima terhadap pasien RSU yang selama ini menuai kritik

Oleh karena, kata dia, dirinya perlu memberi klarifikasi karena dari pemberitaan media ini, ada beberapa anggota DPRD dari Komisi D pernah membuat kesepakatan dengan pedagang kaki lima, yang berjualan di dalam lokasi rumah sakit umum, para pedagang tersebut menagih janji dari DPR soal kesepakatan relokasi. (Nyongky)

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Banyak pimpinan SKPD Kota Kupang tak jujur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 1 =