8

 

Moral-politik.com. Usai Esthon L. Foenay menyatakan sikapnya membawa kisruh pilkada NTT putaran ke-2 ke Mahkamah Konstitusi, berisiklah nada-nada sumbang dengan pelbagai dalih bahwa seolah-olah Hak Azasi Manusia (HAM) di Persada Nusantara ini telah mati, lantaran diberangus kecongkakkan dan keserakahan kekuasaan, yang lebih banyak berfenomena tanda petik—konyolnya lagi, primordialisme sempit—seolah-olah “medan laga” pilkada kemarin adalah “perang kepentingan” antara Timor dan Barat, dan sisa yang berikutnya.

Adalah Pakar Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, DR. Johanis Tuba Helan, SH. MH  kala diminta perspektifnya berujar, sikap yang diambil oleh Esthon L. Foenay – Paul Tallo (Esthon-Paul) untuk menggugat KPUD NTT ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah pilihan yang sangat tepat.

Tuba Helan menegaskan, pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT yang berlangsung dua putaran, dimana putaran pertama pada Senin (18/3) lalu, diduga penuh kecurangan. Dan, putaran kedua yang berlangsung, Kamis (23/5) lalu masih mengisahkan banyak kecurangan pula, sehingga tidak salah kalau ada pasangan yang memilih menggugat ke MK.

“Baik putaran pertama maupun putaran kedua, ada gugatan ke MK karena diduga ada kecuarangan. Wajar kalau dikatakan, Pilgub NTT banyak kecurangan!” tutur Tuba Helan kepada Moral-politik.com di Kupang, Senin (3/6).

Tuba Helan melanjutkan, memang ada dugaan kecurangan dalam Pilgub NTT, karena itu disarankan agar pasangan Esthon-Paul bisa mengajukan saksi dan bukti-bukti yang kuat. Kendati pun substansi perkara yang disengketakan benar, namun bukti-bukti yang diajukan lemah, maka gugatan bisa ditolak.

“Kalah atau menang ditentukan oleh bukti, bukan siapa pengacaranya. Biar profesor tapi bukti lemah tetap kalah!” ingat Tuba Helan. “Benar dan tidaknya substansi yang diperkarakan dapat ditentukan oleh bukti-bukti yang diajukan di persidangan, bukan berdasarkan dugaan maupun persepsi,” lanjutnya, sangat paham hukum. (Ale)

Baca Juga :  Kadis Koperasi NTT : 312 Koperasi Tidak Produktif

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 57 = 64