qw

 

Moral-politik.com. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) belum mendapat laporan tertulis soal kejadian bencana banjir dari pemerintah Kabupaten Malaka. Ini karena belum ada satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Satuan Kerja lainnya di kabupaten baru itu.

“Kami belum dapat laporan resmi, karena Penjabat Bupati masih bekerja sendiri, belum ada Satuan Kerja Perangkat Daerah. Padahal itu dibutuhkan untuk pengambilan keputusan untuk penanganan,” kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus.

Menurut Tini, walaupun belum ada laporan resmi namun BPBD NTT tetap menindaklanjuti informasi bencana yang diperoleh secara lisan dengan menurunkan tim untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

Dia mengatakan, Tim BPBD sudah diturunkan sejak Sabtu 22 juni lalu. Tim itu  membawa 1 unit mobil tangki dan sejumlah bantuan berupa beras dan permakanan siap saji dari Dinas Sosial.

Tini Thadeus mengatakan, bencana banjir yang terjadi di Malaka  karena tanggul penahan Sungai Benenain belum diperbaiki, sehingga setiap turun hujan dengan intensitas yang tinggi pasti terjadi banjir.

Banjir terjadi karena meluapnya sungai benanain. Akibatnya  36 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten itu  terendam banjir. Desa yang terendam banjir yakni Kecamatan Malaka Barat sebanyak 14 desa, Malaka Tengah 17 desa dan 5 desa di Kecamatan Weliman. (Sil Sega)

 

 

 

Baca Juga :  Kadis ESDM Lembata Dituntut 6,6 Tahun Penjara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

36 − 29 =