4

Moral-politik.com. Direktur Lembaga Advokasi Masyarakat Sipil, Viktor Manbait menilai Kejaksaan Negeri Kefamenanu “tebang pilih’  dalam penanganan sejumlah kasus korupsi di TTU.

Menurut dia, ada sejumlah kasus korupsi di TTU yang seharus para pelakunya sudah harus menjadi tahanan kejaksaan, tapi malah kejaksaan membiarkan para tersangka berkeliaran, dan anehnya kasus korupsi di Dinas Perikanan malah mendapat perhatian serius.

“Jadi, tidak hanya kasus korupsi di Dinas Perikanan yang melibatkan mantan kadis, yang saat ini menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Tapi ada juga sejumlah kasus korupsi yang tersangkanya sudah ditetapkan oleh para penegak hukum sejak beberapa tahun lalu,”ungkapnya saat menghubungi Moral-politik.com melalui sms.

Dirincikan, sejumlah kasus yang sengaja dibiarkan oleh Kejaksaan Negeri Kefamenanu antara lain, kasus Dana Bansos, Perumahan Dinas Sosial, dan dugaan Korupsi pemerasan. Dua kasus ini melibatkan sejumlah anggota DPRD TTU.

Untuk kasus Dana Bansos, para tersangka sudah ditetapkan sejak tiga tahun lalu, dimana ada 2 anggota DPRD TTU yakni RVN dari Fraksi Partai Golkar dan  EN dari Fraksi Partai Demokrat. Sementara untuk dugaan pemerasan  juga melibatkan 2 anggota DPRD TTU yakni FS  dari Fraksi PDIP dan SN dari Fraksi Partai Hanura.

“Harapan kita, kejaksaan segera merampungkan kerjanya untuk Kasus Korupsi Dana Bansos dan Dugaan Korupsi Pemerasan yang dilakuan para wakil rakyat di TTU,” ungkapnya. ( amy)

Baca Juga :  PIAR NTT: Polisi Lebih Serius Tangani Kasus Kebakaran Kantor Gubernur NTT!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here