7

Moral-politik.com. Gunung Kelimutu masih terus bergejolak. Wisatawan asing dan lokal masih dilarang berkunjung ke danau tiga warna yang ada di puncak Gunung Kelimutu itu. Sementara warga setempat juga masih dilarang beraktivitas hingga radius 2 kilometer dari puncak.  Para pelaku wisata di Moni, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende pun  mengeluh.

“Sampai kapan pemerintah melarang wisatawan berkunjung ke Danau Kelimutu?” tanya Tobias Gembira, salah satu pengusaha penginapan di Moni.

Tobias dan belasan pengusaha penginapan di Moni bersama pramuwisata, pedagang kecil serta para ojeker’s yang beroperasi di sekitar kawasan wisata Kelimutu tidak bisa memendam pertanyaan. Mereka ingin kepastian soal status dan larangan terhadap wisatawan. Karena sejak pemerintah melarang wisatawan berkunjung, wisatawan asing dan domestik membatalkan rencana mereka ke Kelimutu.

5

Karena itu mereka mendatangi kantor Pos Pengamatan gunung api Kelimutu di Kolorongo, Desa Waturaka, sekitar 10 kilometer dari puncak Kelimutu. Mereka ingin bertemu dengan Kepala Pos Gabriel Rago. Namun, saat itu Gabriel Rago tidak berada di Kantor. Gabriel kabarnya sudah ke puncak Kelimutu melakukan pemantauan.

Tobias dan puluhan pelaku wisata itu menyusul Gabriel Rago ke puncak Kelimutu. Namun sebelum sampai di puncak, mereka telah bertemu Kepala Pos Pengamatan Gunung Api, Gabriel Rago di Pos pintu Masuk Kawasan Kelimutu. Mereka ingin mempertanyakan kondisi terakhir gunung api yang juga kawasan wisata Kelimutu, karena sejak penetapan stastus Waspada Level II oleh  petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG membuat objek wisata kelimutu sepi pengunjung.

“Kami sebenarnya mendatangi kantor vulcanologi karena petugasnya telah berada di sini, maka kami pun langsung datang ke pos ini,” kata Tobias Gembira, salah satu pengusaha home stay di Moni.

Baca Juga :  Barisan Relawan Jokowi Capres ajak Aksi Damai ke Rakernas PDIP

Tobias mengatakan, tujuan mereka datang itu untuk mengetahui dengan jelas status gunung Kelimutu. Karena sejak dikeluarkannya pengumuman tanggal 4 Juni lalu, kelimutu berstatus waspada level dua, banyak turis asing yang batal datang ke Kelimutu. “Padahal sebelumnya mereka telah booking beberapa home stay untuk menginap di Moni sebelum ke Kelimutu. Jika keadaan ini berlangsung lama, maka tentu ini akan berakibat para tamu tidak lagi datang. Pada hal ini adalah ladang kami,” tandas Tobias.

6

Gabriel Rago yang menerima Tobias dan teman-temannya itu menjelaskan bahwa pengumuman status Kelimutu tersebut berdasarkan instruksi langsung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG yang berkedudukan di Bandung. “Oleh karena itu kami bekerja sama dengan petugas Balai Taman Nasional / BTNK KELIMUTU menutup sementara jalur menuju puncak kelimutu,” kata Gabriel Rago.

Gabriel menambahkan, hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan pengunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Ketika ditanya sampai kapan status Kelimutu kembali ke normal, Gabriel Rago  mengatakan pihaknya belum bisa pastikan karena ini fenomena alam”.

Sejak pertengahan Mei lalu, gunung Kelimutu mengeluarkan asap dari tebing kawah danau Nuwa Muri Koo Fai, disertai bau belerang menyengat, serta gempa-gempa kecil. Sebagian pohon dan rerumputan mengering dan mati.

Danau Nuwa Muri Koo Fai yang sebelumnya berwarna hijau muda berubah menjadi putih kopi susu. Sedangkan danau Ata Polo yang sebelumnya berwarna hitam kopi, berubah menjadi warna hijau lumut. sebagian tanaman rerumputan mengalami kekeringan dan mulai mati.

Hingga saat ini, kondisi gunung api Kelimutu masih bergejolak sehingga para wisatawan maupun warga setempat serta pelaku wisata belum diperbolehkan mendekati kawah gunung kelimutu. *** (Sil Sega)

Baca Juga :  Ginny Ehrlic : Tahun 2014 Clinton Foundation Bantu NTT

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

53 + = 61