9

 

Moral-politik.com. Sejumlah wisatawan lokal dan asing nekat berkunjung ke puncak Kelimutu, meski kawasan wisata itu masih tertutup untuk umum. Petugas Taman Nasional Kelimutu, Ambros Roga mengatakan pihaknya sudah berusaha melarang wisatawan ke puncak, namun wisatawan tidak menggubris.

“Jalan menuju puncak Kelimutu masih ditutup. Tapi wisatawan tetap menerobos masuk,” katanya.

Kami telah melarang, katanya, semua pengujung baik lokal maupun mancanegara, namun banyak wisatawan mancanegara nekat menerobos pagar yang telah kami buat.

Sementara Daniel Young, seorang wisatawan yang nekat ke Kelimutu mengatakan, keadaan di puncak Kelimutu dan di sekitar kawah aman-aman saja kok.

23

“Bau belerang sudah tidak terasa, asap dari dalam kawah juga sudah tidak terlihat. Burung-burung pun masih berkicauan di sini. Kenapa harus ditutup?” ungkap Daniel, merasa aneh sekali.

Untuk diketahui, hingga kini Pemerintah Kabupaten Ende masih tetap menutup kawasan wisata gunung Kelimutu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ende, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah Kabupaten Ende baru akan membuka kawasan wisata gunung Kelimutu, jika ada rekomendasi dari Pusat Vulkanologi.

Dia mengakui, aktivitas Kelimutu sudah berkurang, seperti asap sudah tidak ada, bau belerang sudah tidak terasa. Namun gempa-gempa kecil masih terjadi.  Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Ende berencana mendatangkan Tim dari Pusat Vulcanologi, Mitigasi Bencana Geologi Bandung untuk meneliti perkembangan aktivitas Gunung Kelimutu, namun hingga kini belum tampak batang hidungnya.

Keadaan ini membuat masyarakat di seputar Danau Tiga Warna Kelimutu, yang menggantungkan hidupnya dari kunjungan wisatawan semakin bertanya-tanya, dan ada satu dua orang yang mulai resah dan gelisah. (Alo N/VJB)

Baca Juga :  Program Copy Paste Ala SKPD Dinilai Pemborosan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here