23

Moral-politik.com. Pemerintah Kabupaten Belu telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengaktifkan kembali Pasar Tradisional Perbatasan di Motaain, yang berada di garis perbatasan Timor Leste, dengan meminta kebijakan ke Pemerintah Pusat agar segera dioperasikannya pasar tersebut.

“Kita Pemda Belu sudah rencana untuk aktifkan kembali pasar tradisional Motaain. Namun, karena masih ada kendala dari Pemerintah Pusat sehingga pasar tradisional itu seperti yang kita lihat bersama,” kata   Sekda Belu, Petrus Bere, ketika ditemui Moral-politik.com, Senin (17/6) di ruang kerjanya..

Kita berharap, lanjutnya, dalam waktu dekat ini Pasar Tradisional sudah bisa dipakai kembali.

Dikatakannya, selama ini Pemda Belu telah berinisiatif untuk kembali membuka dan mengaktifkan Pasar Tradisional di Motaain itu, tetapi terkesan Pemerintah Pusat lamban mendengar masukan dari Pemda Belu, makanya kami tak bisa berbuat banyak hal di situ.

Akibatnya, lanjut dia, aktifitas di pasar tradisional itu pun tidak berjalan sebagaimana harapan.

“Kita sudah berencana mau membuka kembali. Kita akan bangun Pos Lintas Batas di dalam pasar itu. Tapi ya kembali juga…mesti ada persetujuan pemerintah, sebab kawasan perbatasan masuk ranahnya pemerintah,” urainya.

Kita juga akan buat lebih bagus lagi, sambungnya. “Rencananya itu akan dikerjakan oleh Bappeda dan Dinas Perbatasan Belu. Itu merupakan PR kita bersama!” ungkapnya. (Felix)

 

Baca Juga :  Gabriel Beribina: Esthon-Paul 51, 7 Persen, Frans-Beny 48,3 Persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 2