4

Moral-politik.com. Irna Asa, merupakan salah satu dari sekian perempuan di Kabupaten Belu yang sangat memberikan perhatian lebih bagi para penderita Gizi Buruk yang sedang mendapatkan perawatan untuk memulihkan kesehatan gizinya.

Ditemui Moral-politik.com di sela-sela kesibukannya di Kantor Bagian Tata Pemerintahan Setda Belu, Jumat (28/6) dia mengungkapkan keprihatinannya terkait kurang gizinya anak-anak Belu.

Dirinya mengklaim bahwa, faktor utama terjadinya kekurangan gizi pada anak-anak Belu yakni: kurangnya kebersihan diri, baik lingkungan tempat tinggal dan sanitasi yang tidak mendukung.

“Saya prihatin melihat anak-anak Belu yang tertimpa kelaparan atau busung lapar. Kalau orangtuanya mau memperhatikan gizi anak-anaknya, maka tidak akan terjadi kasus semacam itu,” katanya.

Misalkan saja, lanjutnya, jika Bapaknya yang perokok itu mau mengurangi kebiasaan merokoknya dengan cara uang yang digunakan membeli rokok dipakai buat membeli susu, telur atau sayuran segar untuk dimakan anak-anak itu mungkin sangat jauh lebih baik. Karena orangtuanya dalam hal ini, Bapaknya punya kepedulian yang besar terhadap kesehatan anaknya. Kurangi rokok demi anak-anak kesayangan Anda. Sehingga anak-anak Belu terbebas dari busung lapar.

Dikatannya, Pemerintah Belu telah mempersiapkan anggaran bagi anak-anak Belu yang mengalami kekurangan gizi buruk, sehingga generasi Belu adalah generasi yang benar-benar cerdas dan bermutu.

“Pemerintah Belu pun sudah siapkan anggaran khusus buat penderita gizi buruk. Pemda Belu sangat perhatikan gizi buruk anak-anak Belu,” ucap gadis lajang ini, tersenyum. (Felix)

 

Baca Juga :  Akademisi Unika Kupang Pertanyakan Dana Pemeliharaan Kantor Gubernur NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here